JOGJA – Kepedulian pemilih pemula terhadap pelak-sanaan pemilihan wali kota (Pilwali) mulai muncul. Salah satunya adalah pemilih pemula yang mendu-kung Syauqi Soeratno. Mereka menamakan diri Re-lawan Cerdas Kang Syauqi (Rencang) dan berharap putera mantan Ketua PP Aisyiyah tersebut memim-pin Kota Jogja.

“Sekarang saatnya anak muda. Di Bandung ada Ridwan Kamil yang sudah terbukti. Di Batang ada Bupati Yoyok (Riyo Sudibyo) yang mampu merang-kul semua pihak,” kata Koordinator Rencang Abey Mukti di sela deklarasi di Ndalem Sopingen, Kota-gede, Senin (27/6).

Sebagai pemilih pemula, mereka bakal menyasar rekan-rekan seumuran. Mereka akan memanfaat-kan media sosial untuk mengenalkan program dan gagasan Syauqi.

“Kami bergerak independen. Kami bukan bagian dari tim dari Mas Syauqi.Ini murni karena keinginan kami agar Jogja bisa maju,” tandasnya.

Rencang saat ini memang belum memiliki ang-gota. Mereka baru beranggotakan 30-an orang dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Tapi, dengan 30-an orang itu, mereka berniat untuk terus menyasar mengembangkan sayapnya mencari dukungan dari pemilih pemula lain.

“Kami yakin, banyak anak muda yang pasti juga sangat tertarik dengan peru-bahan. Kaum muda pasti ingin kotanya lebih baik,” jelasnya.

Untuk mendukung Syauqi tersebut, pihaknya me-nyerahkan kepada Syauqi mencari tunggangan maju di Pilwali. Termasuk jika nantinya Syauqi maju dari Partai Gerindra, partai yang telah meng-gelar penjaringan terbuka.

“Tim Relawan Rencang berani secara independen tanpa tergantung dengan parpol. Tapi dunia politik itu dinamis, nanti tergantung tim inti dari mas Syauqi seperti apa,” katanya.

Munculnya Rencang bakal menambah daya tarik dan posisi tawar bagi Syauqi di mata partai politik. Tokoh Muhammadiyah yang belum pernah terjun ke dunia politik itu sebelumnya juga didukung oleh kelompok Relawan Syauqi (Relasi) yang berang-gotakan ribuan orang.

“Sebenarnya sama saja, aktivitas Rencang dan Relasi sama. Tak ada yang dibedakan. Kami fokus ke pemilih pemula. Sedangkan Relasi senior kami lebih ke pemilih tua,” sebut Abey.

Koordinator Relasi Jalu Wardana menyambut po-sitif berdirinya Rencang karena mampu memper-kuat dukungan kepada Syauqi. Selain itu, kebera-daan Rencang juga bisa membantu menjaring pe-milih pemula agar mengenal calon wali kota alter-natif yang mereka dukung.

“Usai Idul Fitri kami akan aktif lagi bertemu untuk menyusun strategi peng-galangan dukungan,” ujarnya.

Ahmad Syauqi mengapresiasi atas dukungan yang diberikan terhadapnya. Dia menegaskan dua kelom-pok relawan, Rencang dan Relasi, murni terbentuk atas kehendak masyarakat. “Ini inisiatif mereka. Saya sama sekali tidak mendorong mereka,” katanya. (eri/din/ong)