JOGJA – Mulai hari ini atau H-7 Idul Fitri, semua pekerjaan revi-talisasi sisi timur kawasan Ma-lioboro akan dihentikan semen-tara.Meski belum selesai sepenuh-nya, tapi sudah bisa dilewati pengunjung. Bahkan sejak be-berapa hari lalu lapak pedagang kaki lima (PKL) sudah terlihat.Pelaksanaan lapangan pro yek re-vitalisasi Malioboro Eri Purnomo mengatakan, secara keseluruhan memang pekerjaan belum selesai.

Untuk itu, pihaknya akan mela-kukan komunikasi ke UPT Malio-boro sebagai pengelola untuk berkoordinasi dengan PKL.

“PKL bisa berjualan, tapi harus menjaga kebersihan,” ujarnya, kemarin (28/6).

Eri mengatakan, saat ini teraso yang sudah dipasang belum sepenuhnya selesai dikerjakan. Jika terkena lemak atau minyak dari pembuangan PKL dikha-watirkan akan membuat teraso belang-belang.

“Sekarang kan baru pembersihan teraso terus nat (isi sela konblok) baru finishing,” ujarnya.

Hingga H-7 lebaran ini sudah 25 persen pekerjaan yang dise-lesaikan. Sudah sampai pe-ngecoran di Jalan Perwakilan, sedang pemasangan teraso sudah sampai depan DPRD DIJ. Target hingga akhir tahun nan-ti sampai depan Hotel Mutiara. Diakuinya, ada kendala dalam pemesanan teraso, yang bera-kibat pada tersendatnya proses pekerjaan. Menurut Eri, teraso modern yang dipilih merupakan costume.

“Ada yang ternyata umurnya belum sesuai, jadi ke-padatannya belum pas untuk dipasang,” jelasnya.

Meskipun begitu, Eri men-jamin, saat libur lebaran nan-ti tetap bisa dilewati pengun-jung Malioboro. Walaupun di beberapa bagian masih ada yang belum selesai, seperti untuk saluran drainase dan lokasi penanaman pohon.

“Untuk sementara kami tutu-pi seng dulu, supaya tidak dilewati pengunjung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mine-ral (PUP-ESDM) DIJ Rani Sjam-sinarsi juga meminta ada tam-bahan rambu-rambu di sekitar pekerjaan yang belum selesai.

“Secara umum sudah bisa di lewati meski belum sempurna, tapi perlu ditambah rambu-rambu,” tandasnya. (pra/ila/ong)