BANTUL – Rencana pembangu-nan kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga di Guwasari, Pajangan terus menuai polemik. Warga pemilik tanah yang akan didirikan bangunan kian gelisah. Sebab, hingga kemarin (28/6) mereka belum menerima uang pembayaran tanah. Meskipun pihak UIN mengklaim telah men-transfer uang pada Senin (27/6).

Gunawan, salah seorang warga Guwasari, mengungkapkan bahwa dia bersama 40 pemilik tanah lain telah menandatangani berkas pembebasan lahan dan menyerah-kan sertifikat kepada pihak kampus 18 Juni lalu. Pemilik tanah tersebar di tiga padukuhan, yakni Kembang-putihan, Pringgading, dan Watu-geduk. Mereka berharap bisa menerima uang pembayaran se-belum Lebaran. Tapi, fakta ber-kata lain. Pembayaran selalu ter-tunda. “Kebutuhan kami makin menumpuk,” keluhnya.

Sebagaimana diketahui, pembe-basan tanah kali ini memasuki termin kedua. Dukuh Kembang-putihan Sulisman mendengar berbagai keluhan para pemilik tanah. Karena itu Sulisman berulangkali berkomunikasi dengan pihak UIN Sunan Kalijaga. “In-fonya, Senin (27/6) UIN akan memproses dana pembayaran di bank,” bebernya.

Menurutnya, UIN menunjuk BNI Cabang UGM dan BNI Ca-bang Ambarukmo untuk pen-cairan. Hanya, hingga kemarin belum ada satu pun warga yang dihubungi untuk mencairkan uangnya. “Bahkan, ada yang belum dapat rekening,” lanjut Sulisman.

Terpisah, Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Waryono mene-gaskan bahwa lembaganya telah mentransfer uang pembayaran melalui bank sesuai jadwal yang dijanjikan. “Kalau ada keterlam-batan seperti ini wajar,” dalihnya. Waryono mengimbau warga bersabar menunggu panggilan dari bank. (zam/yog/ong)