Harnum Kurniawati/Radar Jogja
HARUS SEHAT: Para sopir angkutan umum dilakukan pemeriksaan kesehatan di Terminal Tidar, Kota Magelang, kemarin (29/6).
MAGELANG – Tim gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dishubkominfo Kota Magelang serta Polres Magelang Kota memeriksa kesehatan para sopir angkutan umum di Terminal Tidar Kota Magelang, kemarin (29/6). Ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas saat musim mudik Lebaran.

Plt Kasie Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Magelang Tri Rebtinawati, 46 mengatakan, ada empat tolok ukur yang diperiksa, yakni tekanan darah, kadar alkohol, pernapasan, gula darah sewaktu, dan tes amfetamin urine. Total 100 sopir yang menjadi sasaran pemeriksaan.

Dia menuturkan, semua sopir dari angkutan kota (angkot) sampai antarkota antarprovinsi (AKAP) diperiksa kesehatannya. Pemeriksaan selama dua hari hingga hari ini. Hari pertama semua kesehatan sopir bagus dan laik membawa kendaraan.

“Tapi ada satu yang dirujuk untuk pengobatan tekanan darahnya,” kata Tri. Melihat data tahun lalu, lanjutnya, ada tujuh sopir yang dinyatakan tidak laik mengemudi.

Mereka diketahui menderita penyakit gula dengan kadar gula 300 mg/dl. Kadar gula yang tinggi ini dapat membahayakan saat mengemudi, karena menimbulkan pusing, berkunang-kunang, mual, dan muntah.

“Mayoritas penyakit para sopir adalah gula darah dan tensi atau tekanan darah. Maka perlu diwaspadai bagi para sopir yang menderita penyakit ini disarankan untuk tidak mengemudi. Kalau dipaksakan mengemudi, bisa menyebabkan kecelakaan,” paparnya.

Ihsanudin, 42, salah seorang sopir yang diperiksa menyambut baik adanya pemeriksaan kesehatan ini. Ia pun merasa lebih baik ketika diperiksa oleh tenaga kesehatan. Sebelum ini, ia juga menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Pulogadung Jakarta.

“Secara pribadi saya juga mantap mengemudi ketika kondisi kesehatan saya dinyatakan baik. Apalagi, musim mudik ini saya harus bolak-balik Magelang-Jakarta, sehingga kesehatan harus terjaga,” jelas sopir bus Santoso asal Tonoboyo, Bandongan, Kabupaten Magelang ini.

Sementara itu, Kepala UPT Terminal Tidar Kota Magelang, Eko Priyono mengemukakan, hingga H-7 Lebaran, kondisi terminal masih normal seperti biasa. Diperkirakan ada lonjakan pada H-3 Lebaran sekaligus sebagai puncak arus mudik Lebaran. “Ada sekitar 275 unit mobil yang masuk dan keluar terminal setiap hari,” tambahnya.

Eko menilai lonjakan arus mudik tidak banyak karena Kota Magelang hanya dijadikan Kota Transit. Tujuan utama pemduik kebanyakan ada di daerah Jogja dan Solo. “Nantinya tiga PO bus siap tambah armada jika terjadi kekurangan, masing-masing 25 unit bus,” ungkapnya. (nia/laz/ong)