JOGJA – Pada hari terakhir kemarin, siswa yang gagal untuk bersekolah di SMP negeri di Kota Jogja cukup banyak. Berdasarkan data di website yogya.siap-ppdb.com, siswa yang terlempar ada 2.059 calon siswa. Sedangkan jumlah pendaftar 4.679 terdiri dari 3.095 siswa dalam kota dan 1.584 luar kota. Sedangkan daya tampung SMP negeri di Kota Jogja total ada 2.620 kursi.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Budi Santosa Asrori menjelaskan, tidak semua pendaftar tersebut melakukan verifikasi ke sekolah. Sebab, mereka sudah bisa melihat di Real Time Online (RTO) dan ternyata memang sulit untuk diterima di SMP negeri.

“Kemungkinan calon siswa yang terlempar memilih sekolah negeri di luar daerah atau justru ke sekolah swasta,” katanya, kemarin (29/6).

Sementara itu dari pantauan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), label sekolah favorit di SMP negeri Kota Jogja belum goyah. Ini terlihat dari rata-rata nilai di masing-masing sekolah. Nilai terendah agar bisa bersekolah di Kota Jogja adalah 247,700. Nilai tersebut sudah cukup tinggi jika melihat persaingan nilai di hari pertama dan kedua.

Rata-rata tiap sekolah memang memperlihatkan rentang nilai yang rendah. Seperti di SMPN 5 yang menjadi favorit. Jarak antara nilai terendah dengan yang paling tinggi hanya sekitar 20 poin. Nilai tertinggi di SMPN 5 yakni 303,500 dan terendah 282,000. Rata-rata nilai masuk 289,992.

Ketua PPDB Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Samiyo menjelaskan, tahun ini persaingannya memang lebih sengit untuk masuk sekolah negeri. Rentang nilai terendah untuk bisa bersekolah dibiayai APBD Kota Jogja tersebut tak terpaut jauh.

“Ini karena mereka saling mengintip. Akhirnya di hari terakhir, persaingan begitu ketat,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, persaingan hari terakhir lalu membuat pemerataan nilai tak hanya terkonsentrasi di satu dua sekolah saja. Pemilik nilai tinggi di salah satu sekolah, masih bisa diterima di sekolah favorit seperti di SMPN 5 dan SMPN 8.

Seperti pemilik nilai tertinggi di SMPN 16 Kota Jogja. Nilai 289,00 sebenarnya masih bisa diterima di SMPN 8 yang nilai terendahnya 282,50. Juga di SMPN 5 nilai terendah 282,000. “Sebenarnya, kami sedang mengkaji adanya mekanisme lain agar ada pemerataan nilai,” jelasnya. (eri/ila/dem)