HOBI sekaligus profesi jadi kombinasi bahagia yang dirasa Tito Rama Maydhike saat ini. Bagaimana tidak, hobi main sepakbola dari kecil kini dilakoni secara profesional sebagai penjaga gawang PSIM Jogja. Bagi Tito, sepak bola bukan lagi hanya sekedar hobi semata, tetapi passion yang dilakoninya dengan terus berlatih dan berlatih.

Sepak bola memang sudah sangat dekat dengan pesepak bola bernomer punggung 22 ini. Bahkan, tiada hari tanpa main bola bagi Tito kecil. Sore hari, dengan menggunakan bola plastik, Tito dan teman-teman rumah-nya asik bermain dengan si bundar.

“Aku memang orangnya ngga suka diem, sukanya lari terus. Karena hobi main bola, kelas 3 SD aku sudah di-masukan ke SSB (sekolah sepak bola),” katanya saat berbincang dengan Radar Jogja.

Awal berlatih sebagai pemain bola, Tito justru banyak bermain di lini de-pan, sebagai striker.Hingga dirinya berusia 12 tahun, dia baru menemukan posisi yang pas, yakni penjaga gawang. Saat itu, oleh pelatihnya, Tito ditantang untuk menjajal kemampuan sebagai kiper.

Posisi ini ternyata justru membuat dirinya lebih nyaman bermain dan bisa mengeksplor kemampuan diri.Sejak itu hingga sekarang, Tito belum pernah mengganti posisi lagi. Hanya menjadi kiper, sebagai benteng per-tahanan tim paling akhir. “Latihan makin gencar, selain di klub, saya juga banyak melihat lewat televisi saat itu, kalau sekarang bisa cari-cari juga di internet. Waktu kecil suka sekali karena gerakannya yang seperti terbang lalu jatuh-jatuh,” tuturnya.

Seperti menemukan tam-batan hati, kiper kelahiran Bantul, 16 Mei 1993 ini tak pernah letih melatih diri demi kecintaan-nya bermain sepak bola. Memupuk kemampuan dengan mengevaluasi kekurangan. Apalagi saat harus mem-perkuat Pangeran Biru di ajang ISC Seri B 2016 ini. Diakui, lebih sulit dan berat menjadi seorang kiper, karena melakukan kesalahan sedikit gawang bisa kebobolan.

“Grogi saat main pasti ada. Beban juga juga. Tapi aku ngga ingin terlalu mikirin, tapi justru jadi motivasi,” jelasnya.Kini Tito menjadi salah satu kiper muda andalan PSIM Jogja. Namun diri-nya mengaku masih banyak memiliki sisi kekurangan yang harus diperbaiki. Terutama dalam ketenangan dan kontrol emosi. (dya/dem)