MUNGKID – Tebing longsor di lokasi tambang pasir Sungai Pabelan, perbatasan Desa Kapuhan, Sawangan, dengan Kecamatan Dukun yang menelan korban jiwa, disayangkan beberapa pihak. Mestinya peristiwa tebing longsor karena aktivitas tambang tidak lagi terjadi.

“Sudah jelas peristiwa itu menggambarkan adanya pembiaran terhadap penambangan ilegal,” kata Koordinator Komunitas Jogo Merapi Imam Muhtar kemarin. Dikatakan, penambangan ilegal jelas berdampak bagi warga sekitar dan lingkungan.

Mestinya instansi terkait segera bertindak menyikapi persoalan itu. “Penambangan pasir di sana jelas ilegal. Pengelola penambangan harus diproses hokum,” jelasnya.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Magelang Sapari menilai, peran pengawasan pemerintah lemah. Ini karena di kawasan Merapi sudah menjadi rahasia umum, banyak penambangan ilegal, baik manual maupun penambangan dengan alat berat.

“Yang ilegal ini tentu masalah keselamatan tidak terpantau,” jelasnya. Dikatakan, perlu dicari solusi agar material Merapi bisa dimanfaatkan dengan baik oleh rakyat. Tapi harus berwawasan lingkungan dan berkesinambungan.

Namun apabila belum ada solusi alternatif mata pencaharian bagi para penambang manual, maka perlu dievaluasi tentang sosialisasi prosedur keselamatan tambang.

“Tentang penambang manual ini sebaiknya ke depan perlu regulasi khusus, karena menyangkut hajat hidup banyak orang. Mereka tidak punya modal melimpah seperti penambang alat berat,” jelasnya. (ady/laz/ong)