SARAT PESAN:Launching album lagu-lagu ciptaan Pak Ndut (dua dari kiri) dan artis pendukung di Dapur Semar belum lama ini.

Luncurkan 10 Lagu Jawa Berisi Pesan Pembangunan

Sukses dengan lagu “Kampung KB”, Mardiya menciptakan lagu baru yang berisikan pesan-pesan program Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Apa misinya ?
HENDRI UTOMO, Kulonprogo

LAUNCHING album yang berisi 10 Lagu Jawa versi Ndangdut Campursari Kulonprogo ciptaan Pak Ndut ini bertepatan dengan Pe-ringatan Hari Keluarga. Beberapa lagu yang diciptakan di antaranya Madep Mantep Pa-nganane Dewe

Jargon ini sering diucapkan Bu-pati Kulonprogo Hasto Wardoyo. Lagu itu mengajak masyarakat untuk menggunakan produk lokal sekaligus mendukung program Bela Beli Kulonprogo.

Bela Beli Kulonprogo merupakan program yang diluncurkan tahun 2013. Hingga sekarang semangatnya masih menggelora. Bahkan mampu menciptakan pasar di negeri sendiri dan merupakan program ideologis untuk kemandirian bangsa secara ekonomi.

“Semoga harapan dalam lagu karangan Pak Ndut ini juga sesuai dengan program-program yang dicanangkan Pemkab Kulonprogo. Sekaligus mampu mengangkat seni dan budaya di Kulonprogo,” harap Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulonprogo Krissutanto.

Selain Madep Mantep Panganane Dewe juga ada sembilan lagu lain-nya. Sebagian besar syairnya juga berisi tentang program-program yang sejalan dengan pemerinta daerah.

Lagu-lagu tersebut adalah Plesiran Neng Kulon Progo, Jamu Jawa Kulonprogo, Ayo Kerja, Gotong Royong, Ayo Ronda, Tirta Marga Saras, Cemburu, Kayungyun, Aja Lena, dan Madep Mantep Panga-nane Dewe.Dijelaskan, seting pengambilan gambar dalam album ini cukup bagus.

Karena bisa mempromo-sikan potensi-potensi wisata di Kabupaten Kulonprogo. Pihaknya juga mengapresiasi munculnya beberapa judul lagu yang selaras dengan program-program pem-kab, khususnya bidang Pariwisata, seperti Plesiran Nang Kulon Progo.

“Saya juga berharap lagu-lagu untuk kalangan anak muda nanti juga digarap agar lebih greng,” jelasnya.

Pak Ndut mengatakan sudah menciptakan 77 lagu. Syairnya sebagian besar merupakan pesan-pesan positif di tengah kehidupan masyarakat. Dia mengaku sudah menciptakan banyak lagu, kendati sebetulnya tidak begitu banyak mengetahui musik.

“Namun ini menjadi salah satu ambisi saya untuk membantu mendukung program pemerintah. Sekaligus ambil bagian dalam memajukan kesenian itu sendiri,” ungkap Mardiyo yang bekerja se-bagai PNS di instansi yang dulu bernama BKKBN itu. (din/hes)