PURWOREJO – Sebanyak 350 anggota perlindungan masyarakat (Linmas) di-perbantukan untuk melakukan penjaga-gaan di titik-titik kerawanan di Kabupaten Purworejo. Salah satu yang menjadi per-hatian adalah penjagaan perlintasan ke-reta api tanpa palang pintu.

“Sepanjang jalur kereta api di Kabupaten Purworejo terdapat 19 titik perlintasan tanpa pen-jaga. Dan itu rawan,” kata Kepala Satpol PP Purworejo Tri Joko Pranoto.

Perlintasan itu berada di wilayah Ke-camatan Butuh, Kutoarjo, Bayan, Banyu-urip, Purwodadi, dan Bagelen. Linmas akan diterjunkan saat arus pemudik mulai meningkat. Perlintasan itu dijaga selama 24 jam nonstop.

Menurut Tri Joko, keberadaan Linmas di palang pintu yang dilakukan dalam be-berapa tahun terakhir bisa menekan angka kecelakaan di perlintasan.

“Selain menempatkan linmas di perlintasan, kami mengarahkannya turut mendukung pe-ngamanan pasar tumpah, lalu lintas dan pelaksanaan salat Ied,” tambah Tri Joko.

Kepala Dinas Perhubungan Komuni-kasi Informasi Purworejo Agus Budi Supriyanto membenarkan jika dari tahun ke tahun perlintasan tanpa penjaga se-makin banyak. Hal itu dipicu munculnya permukiman-permukiman yang berada di sekitar rel kereta api
. “Munculnya perumahan atau pemu-kiman baru di beberapa tempat ada di sekitar rel kereta api. Tentu itu menim-bulkan keramaian baru,” kata Agus.

Dikatakan Agus, kemunculan permukiman itu pasti akan menghadirkan adanya perlin-tasan yang tidak dilengkapi penjagaan.

“Saat ini, Dishub Purworejo baru memiliki empat palang pintu sebidang yang telah ada pen-jaganya. Dan masih banyak perlintasan yang tidak dijaga termasuk di dalamnya perlintasan baru,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan perlintasan tanpa penjaga bisa mengundang pihak-pihak untuk melakukan penjagaan se-cara ilegal dan memungut uang dari penggunanya. Pihaknya tidak bisa me-larang keberadaan relawan penjaga. “Kami bersyukur untuk mendukung pengamanan di perlintasan tanpa pen-jaga, mendapat bantuan pengamanan dari Linmas,” katanya. (udi/din/ong)