SLEMAN – Lebaran di Pulau Jawa selalu identik dengan ketersediaan menu khas bersantan kental atau pedas. Kuliner ini perlu diwaspadai. Jika tidak, bisa jadi akan menyebabkan diare atau bahkan keracunan makanan. Hal itu selalu terjadi setiap musim Lebaran, yang ditangani oleh RSUD Sleman.

Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan, diare, muntah-muntah, dan keracunan makanan terjadi karena lambung dalam masa penyesuaian setelah sebulan berpuasa.Sementara, ketika Lebaran, pasien lang-sung mengonsumsi makanan kesukaan yang sebenarnya tidak cocok untuk kon-disi lambung yang masih “lelah”. Hal itu akan merangsang organ pencernaan, sehingga berakibat diare atau keracunan makanan.

“Setiap Lebaran selalu ada pasien dengan kasus seperti itu (diare dan keracunan makanan),” ungkap Joko kemarin.

Selain diare, pasien luka bakar gara-gara mercon juga selalu ada. Juga kecelakaan lalu lintas. Ini biasanya terjadi sebelum Lebaran. Tiga hal itu menjadi fokus penanga-nan RSUD Sleman selain kegawatdaruratan.Karena itu, RSUD memberlakukan libur untuk karyawan dan poliklinik hanya se-lama tiga hari saat tanggal merah dan cuti bersama.

Yakni pada 6-8 Juli. Tidak mengik-uti libur yang ditetapkan pemerintah pada 4-9 Juli. Kendati demikian, badan layanan umum daerah itu tetap menyia-gakan layanan 24 jam nonstop untuk Unit Gawat Darurat (UGD), IGD, radiologi, bank darah, dan unit operasi.

“Artinya,meski kami libur tiga hari pasien tetap bisa ter-tangani,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Sleman juga me-nyiagakan 25 puskesmas selama Lebaran. Berikut tenaga medisnya.Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafi-lindati menjelaskan pelayanan kesehatan 24 jam mulai diberlakukan sejak H-3 hingga H+7 lebaran. Tiap puskesmas se-tidaknya berkekuatan tiga dokter umum yang berjaga secara bergantian.

“Termasuk perawatan dan tenaga admi-nistrasi juga tidak diliburkan. Kami sera-hkan semua ke kepala operasional masing-masing puskesmas,” jelasnya.

Lima puskesmas bisa melayani rawat inap serta ibu hamil dan melahirkan. Yakni, Kalasan, Ngemplak 1,Sleman, Mlati 2, dan Minggir.Puskesmas sekaligus sebagai tempat rujukan. Disiapkan mobil ambulans bagi pasien yang dirujuk ke rumah sakit. (bhn/yog/ong)