BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
KOMPAK: Kasat Sabhara Polres Kulonprogo AKP Sudaryana bersama Kapolsek Temon Kompol Setyo Hery Purnomo dan Kapolsek Bagelen AKP Sarjana di Pos Pam wilayah perbatasan Kulonprogo DIJ dengan Purworejo Jawa Tengah di Desa Sindutan, Kecamtan Temon, Kulonprogo.
PURWOREJO – Wilayah perbatasan Kulonprogo DIJ dan Purworejo Jawa Tengah memiliki karakteristik yang nyaris sama. Karena itu, potensi ke-rawanan dan kecelakaan di wilayah perbatasan menjadi tanggung jawab bersama. terlebih dalam operasi pengamanan Lebaran 2016 ini.

Kerja sama itu mereka tuangkan dengan membentuk pos pengamanan (pos pam) bersama di Desa Sindutan, Ke-camatan Temon, Kulonprogo. Pos pam ini berkekuatan 32 personel. Mereka terdiri dari 16 personel Polres Kulon-progo dan 16 personel Polres Purwo-rejo. Di lokasi tersebut, setiap anggota dilengkapi senjata laras panjang jenis V2 dan pistol.

“Senjata laras panjang berasal dari Sat Sabhara Polres Kulon-progo. Ini disiapkan bukan untuk menakut-nakuti tapi memang untuk mengantisipasi adanya curat curas yang bisa saja terjadi,” ujar Kapolsek Temon, Kulonprogo, AKP Kompol Setyo Hery Purnomo Sabtu (2/7).

Jalinan kerjasama itu, tidak berlang-sung saat ini saja. Karena keberadaan pos telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Selain untuk menganti-sipasi terjadinya kerawanan kejahatan juga untuk mengatasi gangguan ke-celakaan.

“Tujuannya tetap sama. Agar penggung jalan dalam Lebaran ini merasa aman dan lancar,” tambahnya.

Menurutnya, pos pam ini juga akan sangat membantu mengatasi kemacetan di wilayah Purworejo saat terjadi arus balik. Karena pengguna jalan bisa dia-rahkan melaui Jaringan Jalur Lintas Se-latan (JJLS) atau Jalan Daendels oleh petugas yang berada di pos perbatasan.

“Kalau ada sumbatan-sumbatan arus di wilayah Purworejo, praktis menjadi tugas petugas yang ada di pos untuk menga-rahkan kendaraan ke arah Daendels agar kemacetan bisa terurai dan lancar kem-bali,” tambahnya.

Kapolsek Bagelen AKP Sarjana menga-ku keberadaan pos sangat membantu pelaksanaan tugas. Mengingat kantor Polsek Bagelen maupun Polsek Temon cukup jauh dari lokasi perbatasan.

“Dengan adanya pos ini, akan bisa melakukan gerak cepat jika terjadi gang-guan kejahatan ataupun laka. Kita akan melakukan penanganan pos terlebih dahulu sebelum diarahkan ke Polsek masing-masing,” kata Sarjana.

Sarjana juga mengatakan jika posisi pos berada di jalur lelah pemudik. Se-hingga pos yang diberikan cukup luas untuk digunakan sebagai tempat isti-rahat pemudik sebelum melanjutkan perjalanan kembali. (udi/din/ong)