JOGJA – Dua hari menjelang Lebaran, mantan Dirut Transjogja Poerwanto Johan Riyadi menghirup udara bebas keluar dari Lapas Wirogunan kemarin (4/7). Poerwanto bebas setelah upaya permohonan kembali (PK) dikabulkan Mahkamah Agung (MA).

Semula dalam putusan kasasi MA yang dipimpin Hakim Agung Artidjo Akostar SH memvonis Poerwanto dengan hukuman lima tahun.Vonis ini lebih berat ketimbang putusan Pengadilan Tipikor Jogja dan Pengadilan Tinggi Jogjakarta selama 22 bulan. Tak terima dengan putusan kasasi itu, Poerwanto melalui pena-sihat hukumnya Deddy Suwadi Siregar SH dan Suyanto Siregar SH mengajukan PK
“Alhamdulillah, permohonan PK klien kami diterima,” ungkap Deddy yang turut mendampingi Poerwanto keluar dari Lapas Wirogunan.

Dalam putusan PK Nomor 162 PK/ Pid. Sus/2015 yang dipimpin Ketua Majelis Syarifuddin SH dengan anggota Andi Samsan Nganro SH dan Krisna Harahap SH mendiskon hukuman dari lima tahun menjadi tiga tahun. Majelis hakim PK menyebut Poerwanto dalam perkara penyim-pangan biaya operasional ken-daraan (BOK) Transjogja turut serta melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut.

“Dakwaan jaksa dan audit BPK yang menuding saya merugikan keuangan negara tidak terbukti. Saya tidak pernah nyolong uang negara,” tegas Poerwanto.

Dengan dikabulkannya PK tersebut, Poerwanto juga perlu membayar denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 413 juta. Dia dibebaskan dari dakwaan kesatu primair.Begitu keluar dari lapas suasana haru tak terelakan. Kerabat, putra, dan istri terlihat menyambut be-basnya pria kelahiran 21 Agustus 1953 tersebut. Tampak pula beberapa mantan anak buahnya semasa di Transjogja.

Di antara mereka tampak berkaca-kaca saat bersalaman dengan bosnya tersebut.Perasaan itu juga dirasakan se-jumlah koleganya.

Di antaranya seperti mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja Suhartono. Selama beberapa saat dia memeluk hangat Poerwanto. “Pak Poer itu sahabat saya. Dulu saya memimpin Golkar Kota, beliau mengetuai Golkar Sleman,” jelas Suhartono yang da-tang didampingi istrinya anggota DPRD DIJ Nurjanah. (kus/laz/ong)