JOGJA – Ketersediaan beras selama libur lebaran tahun ini aman. Harga pun tidak ada gejolak secara signifikan.Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIJ Arofa Noor Indriani menga-takan, secara umum jumlah stok komoditas pangan di DIJ mencukupi.

Baik yang berada di tingkat peda-gang maupun yang tersedia di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) DIJ.

“Mayoritas pasokan kebutuhan pangan pokok terjaga meski ada juga yang stoknya mengkhawatirkan,” jelas Arofa belum lama ini.

Komoditas yang stoknya mengkhawatirkan hanya kedelai saja. Tapi, untuk mengatasinya masih bisa didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Termasuk pasokan minyak goreng yang tergantung pabrik yang berada di Jawa Timur.

“Karena di DIJ tidak memiliki pabrik minyak goreng,” ungkapnya.

Untuk ketersediaan beras yang ada dan dikonsum-si masyarakat DIJ mencapai 150 ribu ton. Sementara gula pasir mencapai 4.600 ton.

Begitu pula untuk stok daging sapi masih surplus hingga 2.200 ton, daging ayam 9.000 ton dan telur ayam mencapai 8.000 tonArofa menambahkan, untuk ketersedian sayur mayur seperti bawang merah, jumlahnya mencapai 600 ton, bawang putih mencapai 28 ton, cabai me-rah 2.600 ton, dan minyak goreng sebesar 34 ton.

Ketersediaan tersebut mampu memenuhi permin-taan masyarakat mulai 1 Juli 2016 mendatang se-lama libur lebaran.

“Tidak perlu khawatir, stoknya mencukupi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divre Bulog DIJ Sugit Tedjo Mulyono juga menjamin stok beras. Saat ini stok beras di gudang Bulog DIJ mencapai 35.200 ton yang men-cukupi sampai Maret 2017. Selain itu, lanjut dia, penyera-pan beras Bulog DIJ sendiri mencapai kisaran 32 ribu ton atau 51,20 persen dari total target 2016 sebesar 62.500 ton. “Penyerapan dari petani masih terus, se-hingga stok kami cukup,” ujarnya. (pra/ila/dem)