BANTUL – Kekosongan kursi jabatan ese-lon II tak hanya dialami Pemprov DIJ. Di Bantul, sedikitnya enam kursi jabatan stra-tegis tak bertuan.

Setelah ditinggalkan pe-jabat lama karena berbagai alasan. Seba-gian besar karena pensiun. Ada pula me-ninggal dunia dan mutasi ke luar daerah.Kursi kosong tersebut di posisi kepala Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Dinas Sumber Daya Air, staf ahli bupati, asisten sekda 1, dan Direktur RSUD Panem-bahan Senopati.

Jabatan kosong sementara diisi pelaksana tugas (Plt)Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul Broto Supriyanto memastikan, de-retan kursi kosong akan bertambah pada Agustus.

“Asisten Sekda bidang pembangu-nan dan perekonomian pensiun,” jelasnya.

Selain itu, posisi kepala BKKPP-KB dan kepala Bappeda juga segera kosong. Ke-pala BKKPP-KB Joko Sulasno pensiun pada akhir tahun. Sedangkan Kepala Bappeda Tri Saktiana berpotensi bakal dilantik sebagai salah satu pejabat di lingkungan Pemprov DIJ.

Banyaknya kekosongan ini membuka peluang bagi PNS eselon III naik grade satu tingkat dengan mekanisme lelang jabatan. Broto menyebutkan, PNS eselon II di lingkungan pemkab hanya ada 26 orang. Padahal, jabatan yang mensyarat-kan eselon II ada 33 posisi.

“Kalau kepala BKKPP-KB dan Bappeda kosong berarti, ya, ada 24 yang tersisa,” sebutnya.

Kasubid Mutasi Purwanto mengungkap-kan, pihaknya saat ini masih menyiapkan rencana seleksi jabatan pimpinan tinggi. Mulai penyusunan peraturan bupati hingga pembentukan tim panitia seleks (pansel).

“Sebagian angota pansel dari internal pemkab 45 persen. Sisanya eksternal,” bebernya.

Rangkaian seleksi, diantaranya meliputi, pembuatan karya tulis, uji kompetensi, hingga tes wawancara. Rencananya, pem-kab bakal menggandeng UGM di tahap uji kompetensi. (zam/yog/ong)