DWI AGUS/Radar Jogja
JOGJA – Adipati Kadipaten Pakualaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Pakualam X mengajak semua masyarakat Jogjakarta memaknai sucinya Hari Raya Idhul Fitri 1437 H. Ini melihat masih adanya konflik horizontal antar warga saat ini. Wakil Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menilai kententraman dan kerukunan merupakan tanggungjawab semua pihak.

Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk instropeksi dan mau memperbaiki diri. Tujuannya adalah untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, aman dan nyaman di lingkungan Jogjakarta.

“Ini merupakan tanggungjawab bersama, bukan hanya pemerintah tapi juga warganya. Bersama membangun dan mewujudkan Jogjakarta yang istimewa,” pesannya ditemui seusai Sholat Idhul Fitri di halaman Alun Alun Sewandanan Pakualaman, kemarin (6/7)
PA X juga sempat menyoroti aksi malam takbiran yang mengganggu ketertiban umum. Tradisi jelek atau yang berbuah kerusuhan seharusnya ditinggalkan. Selanjutnya adalah meningkatkan kebersamaan dan juga saling menghargai satu sama lainnya.

“Kenyamanan Jogjakarta adalah tanggungjawab kita semua. Wujudkan Jogjakarta sebagai miniatur Indonesia yang bisa saling menghargai antar sesamanya. Mengapresiasi di hari Lebaran ini agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu menyambut Idhul Fitri 1437 H, Kadipaten Pakualaman menggelar sejumlah tradisi adat. Diantaranya adalah Ngabekten Trah Pakualaman yang akan digelar di Bangsal Sewatama Pakualaman, hari ini (7/7). Sebelumnya juga akan digelar upacara gunungan Garabeg Syawal pada pagi harinya.

Gunungan Garabeg Syawal ini merupakan gunungan pemberian Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Satu buah gunungan lanangan nantinya akan dihantarkan dari Keraton menuju Kadipaten Pakualaman. Dua bregada Pakualaman, Lombok Abang dan Plangkir dipimpin para pangeran Kadipaten Pakualaman akan mengawal gunungan ini.

“Ini merupakan tradisi nenek moyang yang kita pertahankan hingga saat ini. Masyarakat juga bisa berpartisipasi dalam garebeg nanti. Gunungan akan dibagikan di halaman Alun Alun Sewandanan Pakualaman setelah diterima oleh PA X,” kata Penghageng Kabudayan lan Pariwisata Kadipaten Pakualaman Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Indrokusumo.

Ngabekten sendiri merupakan silaturahmi yang melibatkan seluruh trah Pakualaman. Sementara untuk warga yang ingin bersilaturahmi dengan KGPAA Pakualam X bisa mengikuti open house di Kepatihan Jogjakarta. Dalam kesempatan ini baik Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ akan menyapa seluruh warga Jogjakarta.

“Semoga lebaran tahun ini menjadi berkah buat kita semua. Mendapatkan hidayah dan berkah dari sang pencipta. Juga berharap semoga Kadipaten Pakualaman dapat mengawal nilai kultur budaya dengan kepemimpinan adipati baru KGPAA Pakualam X,” ujar Kanjeng Indrokusumo. (dwi/ong)