SLEMAN – Pasca bom bunuh diri di Polresta Surakarta pada Selasa (5/7) lalu, jajaran kepolisian di wilayah DIJ mengintensifkan keamanan. Tidak hanya di setiap markas komando (mako) saja.

Peningkatan intensitas keamanan juga di lakukan di sejumlah lokasi yang merupakan pusat-pusat keramaian.Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pudjiastuti menegaskan, sesuai arahan Kapolda DIJ, seluruh jajaran Polres dan Polsek untuk lebih intensif menjaga wilayah kerjanya.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa di Mapolresta Surakarta
“Setiap pos jaga diminta mem-perketat penjagaan dengan melakukan pemeriksaan kepada pengunjung,” jelas Anny kepada Radar Jogja, kemarin (7/7).

Dia menjelaskan, dari 3.000 personel kepolisian yang di-siagakan, dua pertiganya berada di mako. Mereka yang bersiaga di mako ini siap melayani masyarakat apabila ada ke jadian darurat atau luar biasa.

Sementara sepertiganya lagi, melakukan penjagaan lapangan di titik-titik keramaian. Pe-ningkatan keamanan saat ini difokuskan pada tempat-tempat wisata pantai seperti Pantai Parangtritis dan Depok di Bantul serta Pantai Sanden, Baron, dan sejumlah pantai lainnya di Gunungkidul.

“Karena Solo letaknya ber-dekatan dengan DIJ, maka dari itu kapolda meminta penjagaan total,” jelasnya.

Penjagaan keamanan cukup ketat terlihat di Kawasan Bandara Adisutjipto Jogjakarta. Sejak dari Jalan Jogja-Solo menuju pintu masuk bandara, tampak sejumlah personel keamanan berbaju cokelat berjaga-jaga.

Kepala Humas PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Jogjakarta Edwin Wibowo men-jelaskan, pihaknya telah mela-kukan penambahan 18 personel dari Aviation Security dari se-belumnya 158 personel.

Adapun status keamanan Bandara Adis-utjipto saat ini ditingkatkan menjadi siaga.Sementara itu, aksi bom bunuh diri yang terjadi jelang perayaan Idul Fitri mendapat kecaman dari berbagai pihak. Bom bunuh diri yang terjadi di Baghdad, Jeddah, Madinah termasuk di Solo, dinilai sebagai kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Bom bunuh diri termasuk kelompok dzalimun linafsih, merugikan diri sendiri sekaligus menzalimi orang lain,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir seusai menjadi imam dan khatib Salat Idul Fitri di Alun-Alun Utara Jogja, Rabu (6/7). (bhn/pra/ila/ong)