JOGJA – Ngabekten tahun ini menjadi pengalaman pertama bagi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bantul Suharsono dan Abdul Halim. Untuk mengikuti ngabekten, Suharsono mengaku butuh persiapan seminggu sebelumnya.

“Sudah dilatih abdi dalem seminggu, cara ngadep, ngabekti ke Sultan, jalan jongkok,” ujar Suharsono seusai mengikuti ngabekten di Bangsal Kencana Keraton Jogja kemarin (7/6). Dirinya mengaku terharu dan bangga dengan pengalaman pertamanya bisa mengikuti ngabekten dengan Raja Keraton Jogja.

Untuk ngabekten, dengan mencium lutut kanan Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Bawono (HB) Ka 10, memang harus dengan berjalan jongkok. Tapi bagi Suharsono berjalan jongkok bukan persoalan. “Jalan jongkok biasa di pendidikan (polisi), mau 5-10meter tetap kuat sudah terbiasa,” ujar mantan perwira menengah Polda Banten itu.

Selain Suharsono dan Abdul Halim, ngabekten hari pertama Keraton Jogja juga diikuti abdi dalem dengan pangkat Bupati Anom keatas, Walikota dan Wakil Walikota serta Bupati dan Wakil Bupati di DIJ. Kecuali Bupati Gunungkidul Badingah dan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, yang baru ikut ngabekten putri hari ini (8/7).

Ngabekten sendiri diawali oleh Adipati Kadipaten Pakualaman KGPAA Paku Alam (PA) X. Berbeda dengan sewaktu ayahnya PA IX, saat menerima salam PA X, HB Ka 10 tetap dalam posisi duduk. Setelah itu PA X menyampaikan salam dengan mengibaskan kedua tangannya di antara kuping dan kepala di depan HB Ka 10. Setelah itu diikuti oleh kerabat Pakualaman dan mantu dalem. Kemudian diikuti para Bupati dan walikota.

Seperti sudah diduga sebelumnya, tidak ada rayi dalem atau adik HB Ka 10 yang datang. Ini kedua kali, setelah HB Ka 10 mengeluarkan Sabda Raja tahun lalu, para rayi dalem absen dalam ngabekten. Adik tiri HB Ka 10,GBPH Yudhaningrat kemarin memang tampak di Keraton, tapi tidak ikut ngabekten. “Lha nanti kita disalahkan leluhur, bukan Hamengku Buwono kok,” ujarnya beralasan.

Gusti Yudha, dalam posisinya sebagai Manggala Yudha atau panglima prajurit Keraton Jogja, memimpin prosesi grebeg Syawal. Kepala Satpol PP DIJ itu mengatakan sesuai tugas yang diberikan padanya, akan dilaksanakan sebaik-baiknya. “Saya kan sudah ditunjuk sejak lama, ya harus dijalankan,” tegasnya.

Mantan Asekprov Bidang Administrasi Umum itu menambahkan hingga saat ini urusan Keraton masih dipegang oleh para putera dalem yang diberi tugas. Hal itu sekaligus menanggapi pernyataan Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Jogja GKR Hayu yang menyatakan posisi Rayi dalem sama seperti abdi dalem sentana. Bahkan informasi yang beredar, jabatan Penghageng Tepas yang dijabat rayi dalem sudah diganti. “Sekarang rayi dalem posisinya sudah jadi sama seperti Sentono lainnya,” tutur Hayu dalam jumpa pers ngabekten Selasa (5/6). (pra/ong)