Dokumentasi Instagram
JOGJA – Liris Ayudya Kamaratih, mahasiswa program D4 Bidan Pendidik Sekolah Vokasi UGM angkatan 2013 meninggal dunia saat menjalani program KKN di Kalimantan Selatan,kemarin (8/7). Liris meninggal saat berenang di wisata air terjun di Hulu Sungai Selatan di Desa Ida Manggala, Kalimantan Selatan.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler UGM Dr Iva Ariani menjelaskan Liris tergabung dalam Program KKN-PPM UGM di Desa Ida Manggala, Kec. Sungai Raya, Kab. Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Tepatnya tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM KSL01.

“Kita mendapatkan kabar siang ini dan tim dari UGM langsung bergerak. Pastinya kita sangat berduka akan kepergian Liris. Terlebih kepergiannya tengah mengemban tugas menjalankan pengabdian KKN ke masyarakat,” jelasnya, (8/7).

Iva menjelaskan kronologi meninggalnya Liris karena kecelakaan. Berdasarkan info yang didapatkan Liris tengah menolong seorang anak yang tenggelam di air terjun. Namun nasib naas, anak yang tenggelam berhasil diselamatkan tidak dengan Liris.

Rencananya UGM akan menjemput langsung jenasah. Selanjutnya akan diantarkan menuju kediaman Liris di Dukuh Krajan RT/RW 02/01 Padas, Bungkal, Ponorogo Jawa Timur. Jenasah akan diantar langsung oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Direktur Pengabdian Masyarakat Prof. Dr Suratman.

“UGM menanggung seluruh biaya pemulangan jenasah hingga ke Ponorogo,” jelas Iva.

Sementara itu dari info yang didapatkan Radar Jogja, Liris datang bersama timnya. Total ada 42 orang dengan perincian Tim KKN 29 orang dan beberapa warga Ida Manggala. Sesampainya di Air Terjun Malaris Loksado tepatnya pukul 10.30 langsung melakukan observasi.

Kala itu Lris dan ketiga temannya mendekati air terjun. Tiba-tiba ada pengunjung lain yang tidak tergabung dalam rombongan tenggelam. Diduga Liris melakukan inisiatif untuk menolong korban tenggelam.

Liris diduga tenggelam selama 15 menit. Warga sempat melakukan penyelamatan pertama. Selanjutnya korban dibawa ke puskesmas, lalu dibawa ke rumah sakit. Sayangnya setelah sampai rumah sakit, nyawa Liris tetap tak bisa tertolong.

Sehari sebelumnya (7/7) Liris sempat aktif di akun Instagramnya @lirisayudya. Dirinya pun sempat mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1437 H. Tepatnya saat silaturahmi ke Pendopo Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Tim KKN-PPM UGM KSL01 mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1437 H Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin,” tulis Liris di hari Lebaran kemarin. (dwi/ong)