GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SIAPKAN ANGPAO: Presiden Joko Widodo bersalaman dengan buruh gendong Pasar Beringharjo dalam open house di Istana Kepresidenan Gedung Agung, Jogja, kemarin (9/7). Foto kanan,warga membawa pulang sembako bantuan presiden yang dibagikan.
JOGJA – Berniat kembali beraktivitas menjadi buruh gendong di Pasar Beringharjo, Mbok Adiwiyono justru ikut antre untuk bersalaman dengan Presiden Joko Widodo kemarin (9/7). Tanpa persiapan apapun, bersama puluhan buruh gendong lain, ia langsung menuju Istana Kepresidenan Gedung Agung. Jadilah nenek 60 tahun itu datang ke open house Presiden Jokowi tanpa alas kaki alias nyeker
Tanpa pula pakaian yang bagus. Hanya dengan pakaian yang biasa dikenakan saat menjadi buruh gendong. “Tidak tahu (ada open house). Tadi cuma diajak teman-teman ya ikut,” ujarnya dalam bahasa Jawa.Ajakan rekan sesama buruh gendong Beringharjo itulah yang membuatnya bisa bertemu lang-sung dengan orang nomor satu di Indonesia ini. Tidak hanya itu, saat bersalaman dengan Ibu Negara Iriana Jokowi, nenek asal Klaten itu mendapat amplop berisi uang Rp 100 ribu. “Buat nempur (beli) beras,” ujarnya saat ditanya mau diapakan ang-pao dari Jokowi.Hal senada diungkapkan Hardi, seorang pengayuh becak asal Bantul.

Menurut Hardi, saat memberikan angpao, Ibu Iriana berpesan agar digunakan untuk keluarga. “Tadi pesannya di-gunakan untuk keluarga,” ujar Hardi yang mengaku akan digunakan untuk membeli ke-butuhan keluarga.Selain angpao, para buruh gendong, pengayuh becak, petugas kebersihan termasuk petugas Linmas, juga men-dapatkan bingkisan Lebaran. Sedangkan untuk anak usia sekolah yang ikut open house, juga mendapatkan buku tulis. “Tadi dipesani supaya rajin be-lajar,” ujar Damas, siswa kelas 2 SD Kintelan Jogja.

Selain mendapatkan pesan, ternyata ada pula warga yang sengaja datang untuk menitipkan pesan kepada Jokowi dan ke-luarganya. Adalah Wahyu Nuraini, seorang penjual kopi keliling di Titik Nol Kilometer Jogja, yang datang dengan membawa kertas. Isinya, mengingatkan Jokowi dan keluarga supaya tetap sehat dan pantang mundur. “Jangan mundur, jangan bimbang ragu dan melangkah dengan pasti,” tulis warga Umbulharjo Jogja ini.

Selain itu juga tertulis pe ringatan untuk orang yang sombong dan orang yang serakah. Kertas yang baru dipersiapkan pagi hari itu-pun diserahkan langsung ke Jokowi saat bersalaman. “Tulisannya jelek karena baru disiapkan. Semoga Pak Jokowi bisa membacanya,” tuturnya berharap.Masyarakat yang datang ber-silaturahmi di Gedung Agung, selain bisa bersalaman dengan Jokowi dan istri, juga dengan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X dan GKR Hemas, Men-sesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung. (pra/laz/dem)