Dewi Ayu, 15, putri pemilik rumah yang masih trauma karena nyaris kejatuhan helikopter
JATUHNYA helikopter milik TNI AD di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, menyisakan trauma tersendiri bagi Dewi Ayu Rahmawati, 15. Ya, ketika itu dirinya hanya beberapa meter saja dari lokasi jatuhnya heli yang menewaskan tiga penumpangnya.Wajah perempuan berambut panjang itu masih terlihat pucat.

Siang kemarin (9/7), Ayu baru saja tiba di rumahnya setelah sehari sebelumnya mengungsi. Ia mengungsi karena sebagian bangunan tempat tinggalnya rusak akibat tertimpa heli. Ayu adalah anak ketiga dari pasangan Suparno, 47 dan Sugiarti. Pelajar SMPN 1 Berbah ini menuturkan, saat kejadian ia sedang berada di ruang keluarga, melihat televisi bersama kakak dan keponakan
“Waktu tiduran nonton TV, tiba-tiba terdengar gemuruh seperti gilingan, kemudian seperti ada suara nabrak di belakang,” jelasnya.Setelah ada suara benturan keras, seluruh ruang rumah tercium bau bensin. Dengan seketika, ia lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri ber-sama kakak dan ponakannya.

“Ketika lari keluar, sudah banyak orang yang datang lari ke belakang rumah,” jelasnya. Ketika itu dirinya sadar bahwa bagian belakang rumahnya tertimpa helikopter. Dari belakang rumah, warga secara bersama-sama membantu evakuasi pe-numpang yang ada di helikopter.

Saat itu, warga mencoba menge-luarkan penumpang yang ter jepit di bagian dalam heli.Ayu mengaku cukup shock dengan peristiwa tersebut. Tidak hanya dirinya, akibat peristiwa itu sang ibu juga harus dirawat di RS Bhayangkara karena trauma. “Hingga saat ini ibu masih di-rawat,” jelasnya.Setelah peritiwa itu, ia tidak diperkenankan tidur di rumah sampai dengan malam ini. Untuk sementara waktu, dirinya harus mengungsi tidur di rumah te-tangga. (bhn/laz/dem)