SETIAKY/RADAR JOGJA
UNGKAP PENYEBAB JATUH: Evakuasi helikopter milik TNI AD yang jatuh di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Lebih dari 100 personel TNI bersenjata menjaga ketat lokasi.


SLEMAN – Bangkai helikopter yang jatuh di area permukiman Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Jumat (8/7) lalu berhasil dievakuasi. Butuh waktu sembilan jam untuk mengangkut puing-puing heli yang menewaskan tiga orang penumpang itu
Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja, evakuasi mulai dilakukan pukul 02.30 dini hari kemarin (9/7). Evakuasi badan pesawat baru selesai dilakukan sekitar pukul 12.00 dengan di-angkut menggunakan tiga truk milik TNI Angkatan Darat.Dandim 0732/Sleman Letkol Joko Sujarwo menyatakan proses evakuasi selesai 100 persen.

Bangkai heli kemudian dibawa ke Pusat Penerbang TNI Angkatan Darat ( Puspenerbad) di Semarang. Evakuasi melibatkan 100 per-sonel TNI AD di bawah koordi-nasi Puspenerbad. “Setelah proses evakuasi selesai, selanjutnya tim dari Mabes TNI AD yang akan melakukan pe-nyelidikan untuk mengetahui penyebab jatuhnya helikopter,” jelas Joko di lokasi jatuhnya he-likopter, kemarin (9/7).

Selain puing-puing, jelas perwira menengah TNI AD ini, sisa bahan bakar avtur yang ada di lokasi kejadian juga sudah dibersihkan. Langkah ini dilakukan untuk menghindari terjadinya ke-bakaran usai peristiwa jatuhnya helikopter.Pihak TNI AD juga melakukan inventarisasi terhadap kerusakan akibat jatuhnya heli. Kerusakan terjadi di dua rumah milik ke-luarga Suparno, 48, dan Felix Heru Purwanto, 54.

Tercatat di rumah milik Heru, kerusakan terjadi pada dinding tembok pagar, dinding kamar tidur, atap serta langit-langit kamar. Sedangkan di rumah Suparno, kerusakan paling parah terjadi pada atap kamar mandi.Dalam kesempatan ini, Dandim juga mengucapkan terimakasih kepada warga Dusun Kowang yang banyak membantu proses evakuasi korban.

Warga banyak turun serta membantu dalam proses kelancaran evakuasi hingga tuntas.Ketua RT 1 Dusun Kowang Su-daris mengatakan, proses evakuasi helikopter dilakukan Sabtu dinihari. Proses evakuasi hanya melibatkan TNI AD. “Warga tidak boleh masuk dan lokasi dijaga ketat petugas,” jelasnya.

Dia menuturkan yang terdengar saat evakuasi seperti alat pemo-tong gergaji mesin. Kemudian besi-besi pesawat itu dimasuk-kan ke dalam truk. “Sebenarnya ada crane, tapi tidak bisa masuk. “Seperti diberitakan, helikopter jenis Bell 205 milik TNI AD jatuh di Dusun Kowang. Heli HA-5073 ini membawa lima orang kru dan seorang warga sipil. Tercatat dua orang kru, Letda Angga Juang dan Serda Sirait, meninggal dunia. Sementara warga sipil yang men-jadi korban adalah Fransisca Nila Agustina.

Tiga penumpang lain yang luka-luka yakni Kapten Titus Benediktus Sinaga, Serka Rohmat dan Kopda Sukoco masih mendapatkan perawatan di RS Hardjolukito. (bhn/laz/dem)