PURWOREJO-Tiga nyawa melayang dalam kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil dan tiga motor di Ja-lan Raya Purworejo-Magelang KM 5. Tepatnya depan Pasar Ikan Desa/Kecamatan Loano, Purworejo, se-kitar pukul 14.30 kemarin (10/7).

Kecelakaan ini juga mengakibatkan tiga orang luka berat dan tiga lainnya luka ringan.Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Eko Rubiyanto mengatakan, ke-celakaan ini melibatkan Toyota Avan sa Nopol AA 8908 BV yang di-kendarai Slumun, 68 dengan Hon-da Supra Nopol AA 6703 VF yang dikendarai Ashari,55, waega Tege-swetan, Kepil Wonosobo. “Dua ken-daraan lain Yamaha Mio Nopol B 3384 TES dan Yamaha Jupiter AA 3884 BV yang dikemudikan Imam Istiharto, 28, warga Kalikalong Lo-ano,” kata Eko.

Korban meninggal adalah Ashari, pengendara Honda Supra X dan istrinya Maratus Sholihah. Serta anak Imam Istirharto bernama Rizki Se-tyawan.

“Seluruh korban di bawa ke rumah sakit Islam Loano,” kata kasatlantas. Menurutnya, kecelakaan terjadi saat mobil Avanza datang dari arah Magelang mengalami pecah ban. Selanjutnya kendaraan oleng dan menabrak tiga kendaraan dari arah berlawanan.

“Secara berurutan, kendaraan yang ditabrak adalah Yamaha Mio, kemudian Supra dan terakhir Jupiter,” jelasnya.

Sementara itu, sebagai jalur utama arus mudik dan balik Lebaran 2016, di beberapa wilayah di Purworejo menjadi titik rawan kecelakaan.

Namun, karena kesigapan aparat dan kepatu-han pengguna jalan, kasus kecelaka-an bisa ditekan seminimal mungkin.Dari data yang ada, tercatat ada 16 kasus kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dua orang, tiga luka berat, dan 26 luka ringan. Total kerugian yang diderita mencapai Rp 11.400.000.

“Alhamdulillah, relatif ramai lancar dan tidak ada kejadian yang menonjol,” ujar Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo kemarin (10/7).

Dua warga yang meninggal dunia terjadi setelah korban berada di rumah sakit dan menda-patkan perawatan. Kejadian yang menonjol mobil terjun di Bruno. Tetapi itu merupakan warga setempat. Ada 10 penumpang yang ada dalam mobil, dua orang mengalami luka berat dan di-bawa ke rumah sakit.

“Infor-masi terakhir satu korban yang ibu-ibu meninggal dunia. Satu lagi korban meninggal adalah kakek-kakek,” ungkapnya.

Satrio menambahkan, tersen-datnya arus lalu lintas memang sempat terjadi di wilayah Bayan-Kutoarjo. Itu karena ada bottleneck. Sehingga terjadi penyempitan dari dua jalur menjadi satu jalur. Itu pun tidak sampai menyebab-kan kemacetan berjam-jam dan kendaraan masih bisa bergerak normal.

“Sebenarnya kami telah mengarahkan kendaraan meman-faatkan jalur Daendels, tapi ba-nyak yang menolak. Misalnya saja mereka ingin mencari makan di Kota Purworejo,” tambahnya.

Menurutnya, petugas masih akan berada di lapangan hingga berakhirnya Operasi Ramad-niya 2016. (udi/din/ong)