HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
NAHAS: Kecelakaan maut terjadi perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di wilayah Dusun Ngulakan, Hargorejo, Kokap, Kulonprogo, kemarin malam (11/7).
KULONPROGO – Kecelakaan maut terjadi perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di wilayah Dusun Ngulakan, Hargorejo, Kokap, Kulonprogo, kemarin malam (11/7). Satu korban meninggal dunia di lokasi, sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates.

Kecelakaan maut antara mobil Toyota Inova B 1634 YI dan KA Begawan jurusan Purwokerto-Solo terjadi sekitar pukul 19.45. Mobil nahas itu dikemudikan Suparno, 70, warga Jakarta yang tengah mudik ke Kliripan, Kecamatan Kokap. Mobil ringsek setelah terseret hingga 300 meter dari titik tabrakan.

Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi mengatakan, mobil melaju dari arah selatan ke utara, tepat di perlintasan kereta api tanpa palang pintu pengemudi sempat berhenti karena ada kereta melintas dari arah timur ke barat. “Namun, selang beberapa saat melintas kereta dari arah sebaliknya dan mobil sudah berada di tengah perlintasan dan akhirnya tertabrak,” katanya di lokasi kejadian.

Dijelaskan, kerasnya benturan bahkan menyebabkan kereta mengalami kerusakan di bagian selang angin sehingga ada kendala pada pengereman. Namun perbaikan segera bisa dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak terkait. Kereta akhirnya bisa melanjutkan perjalanan kendati mengalami keterlambatan hingga sekitar satu jam.

Mobil yang ringsek dievakuasi menggunakan mobil derek setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan pihak kepolisian. Kedua korban merupakan pensiunan Pembak Kulonprogo. Korban meninggal dunia Supardi, 75, warga Dusun Kliripan, Hargorejo, Kokap. Pengemudinya, Suparno, 70, merupakan warga Jakarta yang sedang mudik ke Kliripan.

“Pengemudi kondisinya kritis saat petugas datang TKP dan sekarang masih belum sadar di RSUD Wates,” jelasnya
Kasubag Humas Kapolres AKP Heru Meiyanto menambahkan, pihaknya sudah mengimbau kepada masyarakat khususnya para pemudik agar selalu berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api tanpa palang. “Kami selalu mengingatkan agar berhati-hati saat menyeberang jalur kereta yang tidak ada palang pintunya,” kata Heru.

Sebelumnya, imbauan serupa juga sudah dilayangkan PT KAI Daerah Operasi (Daop) VI Jogjakarta untuk waspada saat melalui perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu dan penjagaan di Kulonprogo.

Sedikitnya ada 43 perlintasan tanpa palang pintu dan penjagaan dai Kulonprogo. Keberadaan perlintasan KA tanpa palang pintu sangat berbahaya, terlebih setelah diberlakukannya rell ganda. Rata-rata, perlintasan tanpa palang pintu itu sifatnya ilegal dan dibuat oleh warga.

“Keberadaannya sebetulnya di luar tanggung jawab PT KAI. Kami hanya mengimbau kepada warga khususnya pemudik untuk menghindarinya, harus ekstra waspada jika terpaksa memang harus melintasinya,” tegas Kepala Humas PT KAI Daop VI Jogjakarta Eko Budiyanto. (tom/ila/ong)