FOKUS: Salah satu atlet biliar DIJ, Jeffri Pratama saat sesi latihan Puslatda Biliar DIJ jelang PON 2016.
JOGJA-Kestabilan permainan Tim Biliar DIJ masih terus diperbaiki dalam sisa waktu, sebelum turun di PON 2016 di Jabar. Tekad meraih dua medali emas menjadi alasan Pengda Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) DIJ untuk terus memperbaiki kelemahan para atletnya tersebut. Mereka berpacu dengan waktu, usai libur lebaran kemarin.

“Kestabilan yang masih jadi kendala para atlet. Meski hingga kemarin grafik latihan menunjukan peningkatan yang baik,” kata Pelatih Tim Biliar DIJ Polim Tito, kemarin (12/7).

Pria yang kini juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengda POBSI DIJ menuturkan, sembilan atlet sudah kembali berlatih setelah diliburkan. Sembilan atlet yang lolos ke PON 2016 adalah Fatih Setia (divisi pool putri 8 ball), Widi Harsoyo (divisi pool putra 8 ball), dan Iwan Aprianto (divisi pool putra 9 ball). Kemudian ada Jeffri Pratama (divisi pool putra 10 ball), Wisnu Eko (divisi pool putra 10 ball), Gebby AWP (divisi snooker english billiard), Deddy Handoko (divisi snooker 15 reds), Agus Budiarto (divisi carom 1 cushion) dan Ardi Satri (divisi carom 3 cushion).

“Saat ini, para atlet berlatih sehari kurang lebih lima jam, untuk melatih akurasi dan strategi,” tuturnya.

Menurutnya, peluang paling besar untuk raihan medali masih tertumpu pada Gebby AWP, yang saat ini masih menjalani program Pelatihan Nasional (Pelatnas). Dengan harapan, Gebby bisa kembali ke Jogja untuk bisa berlatih dengan tim pada bulan Agustus mendatang, dengan seizin PB POBSI.

“Tapi Gebby pun juga harus tetap menjaga kestabilannya, karena dari hasil Kejuaraan Asia di Qatar yang diikuti, hasilnya belum maksimal. Ya karena dia belum bisa stabil,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga keberangkatan tim ke Jawa Barat, delapan atlet lainnya yang dipusatkan latihan di Planet Pool Centre ini masih memiliki kesempatan untuk uji coba. Hanya saja, uji coba masih terbatas untuk atlet divisi pool. Sedangkan divisi snooker dan carom terpaksa hanya latihan internal saja.

“Karena turnamen snooker dan carom masih jarang sekali, kalau ada pasti diikutkan untuk pemanasan,” tandasnya.(dya/dem)