ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
PRESTASI: Penampilan PSM Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) saat konser di auditorium sebelum berangkat ke Rusia untuk mengikuti World Choir Games.

Bawakan Lagu Oh Adingkoh, Adaptasi Pakaian Suku Dayak

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menorehkan tinta emas dalam ajang internasional. Melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM) paduan suara mahasiswa (PSM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mampu meraih medali emas dan perak dalam ajang World Choir Games (WCG) 2016 di Sochi, Rusia.

DWI AGUS, Jogja
KABAR menggembirakan datang dari UKM PSM UAJY, Minggu lalu (10/7). Kelompok paduan suara ini mampu menyabet beragam penghargaan World Choir Games (WCG) 2016 di Sochi, Rusia. Tak tanggung-tanggung, mereka mampu membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak sekaligus.

WCG 2016 sendiri berlangsung 6 hingga 9 Juli di Sochi, Rusia. Sementara untuk Awarding Ceremonies dilakukan Minggu waktu setempat. “WCG merupakan ajang bergengsi untuk kompetisi kelompok paduan suara di seluruh dunia. Kompetisi dua tahunan ini diselenggarakan oleh Interkultur sejak 2000,” kata Kepala Humas UAJY Amelberga Vita, Selasa (12/7).

Vita, sapaannya, mengungkapkan, ajang ini terinspirasi oleh olimpiade olahraga antarnegara. Berawal dari impian dan inspirasi ini, akhirnya dikembangkan menjadi sebuah kompetisi. Penyelenggaraan ajang ini juga dikonsep dengan elegan dan semewah mungkin. Penyelenggaraan kali kesembilan ini diadakan di Olympic Park, Sochi, Rusia. Tahun ini WCG 2016 melibatkan 283 tim dari 76 negara, salah satunya PSM UAJY.

“Dari Indonesia ada empat tim, selain PSM UAJY dari Jogjakarta, ada dua dari Makassar, dan satu dari Papua. Jadi PSM UAJY satu-satunya wakil dari Jogjakarta dan Pulau Jawa,” kata Vita.

Ketua UKM PSM UAJY Alfredo Wujon mengungkapkan, ketertarikan mengikuti ajang ini sudah lama. Setidaknya persiapan sudah dilakukan sejak 2012 lalu. Mulai dari menyiapkan tim dan materi lagu yang dibawakan.

Ajang tingkat internasional ini terbagi menjadi dua kategori besar yaitu Open Competition dan Championship Competition. Kategori pertama diikuti oleh peserta yang lolos seleksi dari panitia. Sementara Championship Competition khusus untuk kelompok paduan suara yang sudah menjuarai kompetisi internasional.

Dalam kesempatan ini tim PSM UAJY mengikuti kategori Championship Competition. Tim ini mendapatkan undangan dalam ajang ini setelah menang dalam dua ajang internasional sebelumnya. Pertama, mendapat masing-masing satu medali emas di ajang the 2nd Vietnam International Choir Competition 2012 dan 2013.

“Selanjutnya dalam ajang Sing ‘N Joy Manila 2013 Phillipines International Choir Competition. Serta pada 2014 silam. Juga atas pertimbangan meraih emas dalam Asian Arts Festival 2014 Breaking Boundaries di Singapura,” jelasnya dihubungi terpisah.

Keikutsertaan PSM UAJY dalam ajang WCG ini merupakan kali pertamanya. Meski begitu partisipasi perdana ini mampu membawa pulang kemenangan. “Kami dapatkan untuk kategori Mixed Youth Choirs dan Scenic Folkore Choirs, serta Scenic Pop/Show Choirs,” jelasnya.

Dalam ajang ini PSM UAJY tak hanya sekadar unjuk suara. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya Indonesia. Terbukti dengan pemilihan lagu dan kostum yang dipilih sangat menggambarkan budaya Nusantara.

Untuk kostum PSM UAJY mengadaptasi pakaian khas suku Dayak, Kalimantan. Untuk lagu, membawakan Oh Adingkoh dan Bawi Kuwu Tumbang Rakumpit. Tak lupa, membawa alat musik tradisional suku Dayak.

“Seluruh tim terutama paduan suara mengenakan kostum khas Dayak. Kali ini kita memang fokus pada konsep suku Dayak. Untuk tim yang berangkat terdiri dari tujuh official, empat pemusik, dan 28 penyanyi,” ungkapnya.

Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UAJY R. Sigit Widiarto, SH, LLM, menyambut positif prestasi anak didiknya ini. Terlebih gelar juara ini diperoleh dengan membawakan lagu-lagu tradisi. (ila/ong)