BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
CARI PENYELESAIAN- Suasana audiensi antara PKL dan pedagang bazar ngabuburit di Kantor Kesbangpol Purworejo, kemarin (12/7).
PURWOREJO-Protes para pedagang kaki lima (PKL) malam Alun-alun Purworejo yang tidak diizinkan berjualan siang hari saat Lebaran berbuntut panjang. Muncul dugaan ada pungutan liar yang dilakukan seseorang dan mengatasnamakan pejabat tertentu.

Pencabutan izin jualan siang hari yang keluar hanya beberapa jam dari waktu salat ied itu menimbulkan kecemburuan. Di sisi lain, ada beberapa pedagang dan pengelola wahana mainan bisa melakukan aktivitasnya di siang hari. Bahkan berada di kawasan larangan di depan pendopo rumah dinas bupati.

Mereka diperkenankan jualan karena memberikan uang kepada oknum untuk memproses perizinan berjualan. Adapun pejabat yang diduga memerintahkan pungutan adalah Kepala Kesbangpol Bambang Gatot Seno Aji dan Kepala Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Adi Kurnia Putra.

Panitia Bazar Ngabuburit yang diadakan menjelang magrib dalam bulan puasa lalu, Arif mengatakan tidak pernah ada perintah dari kepala Kesbangpol dan kepala PDAU untuk menarik pungutan.

“Informasi itu tidak benar. Saya minta maaf,” kata Arif saat audiensi dengan sejumlah PKL lain di Kantor Kesbangpol Purworejo.

Tampak hadir, kepala Kesbangpol, direktur PDAU, panitia bazar, dan perwakilan PKL. “Kalau memang benar ada pungutan itu, sebaiknya dikembalikan ke yang bersangkutan,” kata Kepala Kesbangpol Bambang Gatot.

Gatot dan Adi sendiri dalam kesempatan itu secara tegas menyatakan mereka tidak menerima uang dari Arif. Baik itu uang administrasi maupun uang retribusi. “Sepeserpun kami tidak menerima uang. Dan kami tidak menyuruh siapapun untuk menarik retribusi,” tegas Gatot.

Sebelumnya paguyuban pedagang kaki lima di Alun-Alun Purworejo mengeluhkan sikap pemkab yang dinilai menganaktirikan mereka. Sebab, mereka tidak diperkenankan berjualan di siang hari. Padahal pedagang di Alun-alun Kutoarjo mendapat izin.

Kegagalan mengantongi izin diduga karena adanya intervensi dari pihak ketiga yang tidak menginginkan PKL Alun-Alun Purworejo tidak boleh berjualan siang hari selama Lebaran. (udi/din/ong)