Harnum Kurniawati/Radar Jogja
MULAI NORMAL: Polisi sedang mengatur lalu lintas di perempatan Trio, Kota Magelang, kemarin (13/7). Sepekan setelah Lebaran, arus kendaraan yang melintasi kota ini berangsur normal.
MAGELANG – Sepekan setelah Lebaran, arus kendaraan yang melintas di jalan raya Kota Magelang berangsur normal. Meskipun masih terlihat ribuan kendaraan melintasi kota jasa ini kemarin (13/7).

Untuk mencegah kepadatan lalu lintas, Satlantas Polres Magelang Kota membuat sejumlah rekayasa lalu lintas. Kendaraan pemudik dari arah Jogjakarta dialihkan sebagian dengan masuk kota.

Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani mengatakan, kepadatan arus lalu lintas masih terjadi di jalan utama maupun arteri. Volume kendaraan pemudik, masih menghiasi jalur-jalur itu, meski tak sebanyak saat puncak arus balik Sabtu (9/7).

“Sampai H+7 Lebaran tahun ini, arus lalu lintas mulai normal. Ada kecelakaan lalu lintas dan selama Operasi Ramadniya tercatat hanya tujuh kasus, dengan korban mengalami luka ringan,” katanya.

Meski tergolong minim kecelakaan, Esti mengatakan kepolisian akan tetap mengoptimalkan pengamanan lalu lintas hingga operasi Ramadniya berakhir 15 Juli mendatang.

“Sebanyak 275 personel masih mengamankan jalannya arus balik Lebaran. Selain di jalan raya dan pos pengamanan, petugas juga masih standby,” ujarnya.

Sementara itu, ditemui di Jalan Jenderal Sudirman, perempatan Trio Kota Magelang, Ketua Regu Pospam IV Ipda Nyoto menjelaskan, arus kendaraan dari arah Jogja menuju utara masih padat. Terutama di jam-jam sibuk pukul 13.00-18.00 WIB.

“Tiap menit rata-rata 75-100 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Ini jauh menurun ketimbang saat puncak arus balik yang mencapai 200 kendaraan setiap menit,” katanya.

“Untuk menghindari kepadatan di traffic light, saat volume kendaraan meningkat kita terapkan sistem buka tutup. Kendaraan menuju ke Jogja kita arahkan melewati Jalan Beringin dan Soekarno Hatta,” jelasnya.

Hal ini untuk memecah keramaian kendaraan dari arah Jogja yang melewati traffic light Jalan Jenderal Sudirman Kota Magelang. Selain melewati jalan itu, kendaraan dari arah Jogja pun diberikan alternatif agar melewati jalanan kota.

“Jalan kota lebih lengang ketimbang Jalan Soekarno Hatta maupun Jalan Urip Sumoharjo. Kita arahkan supaya bergerak ke dalam kota dengan harapan keramaian di Urip Sumoharjo dan Soekarno Hatta terpecah,” kata Nyoto.

Untuk memaksimalkan pelayanan, pihaknya juga mengoperasikan pengeras suara di Pospam IV. Petugas dengan mudah memberikan sosialisasi kepada para pemudik terkait rekayasa lalu lintas yang diterapkan.

“Pengeras suara kami terapkan selama operasi. Tidak menutup kemungkinan 24 jam, seperti saat puncak arus balik lalu. Ini agar pemudik tanggap dan dapat mendengar langsung sosialisasi rekayasa lalu lintas dari kepolisian,” tandasnya. (nia/laz/ong)