Kesungguhan akan membuahkan prestasi. Tekad itu sudah dibuktikan salah satu gelandang PSS Sleman Candra Luckmana. Apa yang dia lakukan?

Mulanya, Candra hanya sekadar menjalani hobinya. Dia juga kerap berkumpul dengan teman sejawatnya. Nah, kini hobi tersebut berbuah prestasi baginya. Bahkan telah membesarkan namanya. Ya, Candra kini menikmati dunianya. Sepak bola!
Awalnya, Candra kecil saat itu masih kelas tiga sekolah dasar sedang menggeluti olahraga badminton. Namun, karena tidak banyak anak yang menyukai badminton di desanya, kemudian dia tinggalkan. Mulailah dia beroindah menekuni sepak bola. “Dulu pertama disuruh bapak saya untuk ikut badminton karena di desa kami banyak lapangan badminton. Tapi saya beralih ke sepak bola karena banyak temannya,” ujarnya.

Melihat kesungguhan Candra di dalam sepak bola, akhirnya sang ayah berinisiatif untuk memasukkan Candra ke dalam Sekolah Sepak Bola (SSB). Dipilihlah SSB KKK Klajuran sebagai tempatnya menimba ilmu sepak bola hingga lulus SMA. Kemudian dia pindah ke klub BSA Tama. “Pesan ayah saya untuk selalu bersungguh-sungguh dalam segala hal. Termasuk di sepak bola,” tegasnya.

Nah pada 2009, Candra berhasil masuk ke dalam tim PSS Sleman U-15. Setahun kemudian, dia masuk ke skuad PSS Sleman U-18 dan magang di tim utama PSS Sleman hingga tahun 2012. Pengalaman Candra di bidang olah si kulit bundar kian bertambah saat dia bermain untuk Sleman United di Liga Nusantara pada 2013-2015. Candra bergabung dengan tim utama PSS Sleman pada 2016 ini. “Pertama dulu cuma pengen bisa main bareng sama temen. Dan hasilnya seperti ini. Dari hobi jadi prestasi,” ujarnya.

Putra pertama dari tiga bersaudara tersebut selalu memegang teguh pesan dari sang ayah, Ponidi. Hasilnya, dia selalu menjadi pilihan utama kabupaten Sleman dalam ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) selama tiga musim berturut-turut yaitu pada 2011,2013, dan 2015. Dan selalu mendapatkan medali setiap event tersebut.

Pada Porda tahun 2011, Candra berhasil membantu tim Kabupaten Sleman untuk meraih medali perunggu. Di tahun 2013, prestasinya semakin menanjak dan berhasil membantu tim Kabupaten Sleman meraih medali perak. Dan puncaknya pada tahun 2015, Candra berhasil mempersembahkan medali emas bagi Kabupaten Sleman.

Prestasi-prestasi yang dimiliki Candra tidak lepas dari dorongan orang tuanya. “Bapak selalu mengingatkan aku untuk selalu menjaga diri terutama kaki. Karena kaki ini yang nantinya akan membuahkan prestasi di sepak bola,” ujarnya.

Sejak mengenal sepak bola, pemain yang juga masih berstatus sebagai Mahasiswa FIK UNY tersebut selalu memilih untuk menjadi seorang gelandang. Menurutnya, banyak pemain bintang yang sukses yang berposisi sebagai gelandang. Dia sangat mengidolakan mantan kapten Liverpool Steven Gerrard dan mantan bintang Real Madrid, Ricardo Kaka.

Menurutnya, meskipun sama-sama berposisi sebagai gelandang, namun keduanya memiliki karakter permainan yang berbeda. Baginya, Gerrard memiliki keseimbangan yang bagus di lini tengah dan memiliki akurasi passing dan shooting yang tinggi. Sedangkan Kaka memiliki penetrasi untuk bisa masuk ke pertahanan lawan dan memiliki tembakan ke gawang yang akurat. Dari kedua kemampuan tersebutlah yang ingin dikombinasikan oleh Candra untuk menjadi seorang gelandang. “Kaka dan Gerrard memiliki wibawa saat di lapangan. Kemampuannya pun tak diragukan lagi, keduanya membawa tim masing-masing menjuarai Liga Champions,” kata Candra.(cr4/din/ong)