SLEMAN – Keresahan pedagang daging ayam potong kian menjadi-jadi. Itu akibat harga kebutuhan sumber protein tersebut seolah tak mau turun. Padahal, Lebaran telah lewat seminggu. Jika di Gunungkidul harga ayam potong tembus Rp 38 ribu per kilogram, di Sleman lebih tinggi lagi. Mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

“Naik sejak sehari sebelum Lebaran. Dari semula Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya,” keluh Waldiyem, pedagang di Pasar Godean, kemarin (13/7).

Banderol tinggi yang dipatok di pasaran karena pedagang tak mau merugi. Menurutnya, harga kulakan di produsen juga selalu naik. Terakhir mencapai Rp 26 ribu per kilogram. Diakuinya, fluktuasi harga sangat dipengaruhi hukum pasar. Permintaan konsumen yang tinggi berakibat stok di tengkulak menipis. Harga pasar pun melonjak. “Biasanya bisa normal lagi. Tapi lama,” ucapnya.

Supomo, pedagang lain, mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini relatif stabil dibanding minggu lalu. Bahkan, pada H+2 Lebaran, harga ayam potong tembus Rp 50 ribu per kilogram.

“Stok dari peternak sedang tipis. Bahkan, kualitas daging juga tak sebagus biasanya. Ukurannya lebih kecil,” beber pria paruh baya itu.

Saking tingginya harga pasar, Supomo sempat terpaksa libur jualan. “Kondisi ini jauh berbeda dengan Lebaran tahun lalu,” lanjut Supomo.

Masih segara dalam ingatannya, hampir semua pedagang ayam potong bisa menikmati Lebaran 2015 dengan senyum lebar. Bagaimana tidak, dengan fluktuasi harga yang terjadi kala itu tiap pedagang rata-rata bisa menjual hingga 4 kuintal daging. Saat ini laku 80 kilogram saja dianggap cukup lumayan. “Daripada tak laku sama sekali,” tuturnya.(bhn/yog/ong)