GUNUNGGKIDUL – Masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan pesisir pantai selatan diimbau selalu waspada. Gelombang tinggi air laut yang beberapa waktu melanda wilayah Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo diprediksi bakal kembali terjadi pada akhir pekan ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo menengarai fenomena alam yang bakal terjadi kali ini bisa berdampak buruk seperti kejadian pada awal Juni.

Sebagaimana dikutip dari laman Bidang Meteorologi Maritim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang tinggi di pesisir selatan Pulau Jawa terpantau sejak kemarin (13/7). Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 – 6 meter.

“Kami telah memperoleh informasi itu. Peringatan ini harus diwaspadai bersama,” tuturnya.

Budhi mengingatkan, ancaman gelombang tinggi tidak bisa diprediksi waktu dan lokasi persisnya. Seperti kejadian bulan lalu, ombak besar menghantam kawasan pantai selatan DIJ hingga berakibat cukup fatal. Meskipun tak sampai menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil yang diderita warga pesisir selatan cukup signifikan.

“Wisatawan atau pengunjung pantai jangan bermain air atau mandi,” pintanya.

Para nelayan tak luput dari peringatan itu. Budhi mengimbau para pencari rezeki laut tak nekat menerjang gelombang tinggi. Nelayan harus mengutamakan keselamatan dengan memperhitungkan waktu yang tepat untuk melaut. Sedangkan warga pesisir disarankan agar tak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai.

Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Marjono mengatakan, dari pengamatannya gelombang tinggi terlihat sejak minggu lalu. Tinggi gelombang lebih dari tiga meter.

“Pantauan terakhir, gelombang masih setinggi empat sampai lima feet di wilayah Pantai Baron dan sekitarnya,” katanya.

Guna antisipasi dampak negatif, SAR pantai selatan Gunungkidul menyiagakan 55 personel. Marjono mewanti-wanti para wisatawan agar selalu mematuhi peringatan tim SAR yang bertugas di pantai.(gun/yog/ong)