BANTUL – Di bawah komando Bupati Suharsono, Pemkab Bantul serius menggarap Bumi Projotamansari menjadi kawasan metropolitan. Setidaknya, hal itu tampak dari besaran anggaran pembangunan sarana infrastruktur pada APBD 2016. Mencapai Rp 706,01 miliar. Atau 36,18 persen dari total APBD sebesar lebih dari Rp 2 triliun. Dana sebesar itu untuk keperluan belanja barang dan jasa. “Itu belum termasuk alokasi anggaran dari swadaya masyarakat,” ungkap Kabag Administrasi Pembangunan, Sekretariat Daerah Bantul Bobot Ariffi’aidin disela peresmian hasil rehab Kantor Kecamatan Pundong kemarin (13/7).

Menurut Bobot, dana yang dialokasikan tak hanya diprioritaskan untuk pembangunan maupun rehabilitasi gedung perkantoran dan jalan raya. Tapi juga untuk perbaikan sarana infrastruktur lain. Misalnya, pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga fasilitas umum masyarakat seperti sarana mandi cuci kakus (MCK) umum.

Dicontohkannya pada bidang pertanian. Dialokasikan dana hingga Rp 3,2 miliar. Untuk membangun saluran irigasi tersier. Saluran tersebut untuk mengairi lahan persawahan seluas dua ribu hektare.

Bidang kesehatan digelontor dana Rp 1,7 miliar. Untuk pembangunan Puskesmas Kretek. Tak ketinggalan, pembangunan showroom kerajinan di Sidomulyo yang diperkirakan menelan dana hingga Rp 1,27 miliar. “Sarana itu untuk mendukung program one village one product,” bebernya.

Melihat besarnya alokasi anggaran pembangunan, Suharsono meminta masyarakat turut mengawasi proses pelaksanannya. Dengan begitu, masyarakat bisa turut merasakan sekaligus memiliki berbagai sarana infrastruktur tersebut. Warga juga harus menjaga sarana itu agar terawatt dengan baik, sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal dalam jangka waktu lama. “Membangun lebih mudah daripada merawatnya,” ujar orang nomor satu di Bumi Projotamansari itu.(zam/yog/ong)