Adi Daya Perdana/Radar Jogja
SUDAH TRADISI: Warga dengan dana swadaya membuat ratusan balon dan diterbangkan untuk meramaikan syawalan di Dusun Kauman, Payaman, Secang, Kabupaten Magelang.
MUNGKID – Semarak perayaan hari kemenangan umat Islam masih dirasakan warga Magelang. Sekitar 600 balon tradisional diterbangkan ke langit oleh warga Dusun Kauman, Payaman, Secang.

Mereka menerbangkan balon berbagai ukuran untuk memperingati datangnya bulan Syawal. Selain berbagai ukuran, balon yang diterbangkan terdiri dari aneka warna.

Balon terbesar berukuran tinggi sekitar 13 meter dan diameter 8-10 meter. Sedangkan balon terkecil berukuruan sekitar 1,5 – 3 meter. Balon-balon yang terbuat dari plastk dan kertas itu dibuat secara swadaya oleh masyarakat sekitar.

Balon udara itu telah dipersiapkan jauh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba. Biasanya pertengahan bulan puasa, seluruh pemuda dan anak-anak meluangkan waktu untuk membuat balon warna-warni itu.

“Kami habis dana sekitar Rp 8 juta yang dihimpun dari donatur dan swadaya masyarakat untuk membuat balon dan biaya kesenian tradisional,” ujar Ketua Panitia Balon Syawalan Wahyu Budi Hartanto, 27.

Acara rutin tahunan itu disebut warga dengan tradisi balon syawalan. Warga menerbangkan balon itu di lapangan dusun setempat. Ratusan warga Kauman, dan sekitarnya, ikut memadati arena penerbangan.

“Acara ini tradisi, sudah turun-temurun sejak 40 tahun yang lalu. Tujuannya untuk menghibur masyarakat,” katanya. Saat menerbangkan balon, warga juga dihibur pertunjukan kesenian tradisional Soreng dari Kecamatan Ngablak.

Menurut dia, tradisi merayakan Lebaran sudah sejak 1980-an. Saat itu acara berlangsung dengan kegiatan pengajian akbar di Masjid Agung Kauman. Sekitar 500 meter dari lapangan dusun.

“Tradisi balon udara dan kesenian ini sebagai sarana hiburan para jamaah yang datang ke sini. Sekaligus menjalin silaturahmi antarwarga,” jelasnya.

Salah seorang pengunjung, Lilik, mengaku selalu menyaksikan tradisi balon syawalan ini sebelum kembali bekerja di Jakarta. Ia tidak lupa mengajak anak-anaknya. (ady/laz/ong)