HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PASTIKAN SEHAT: Petugas kesehatan dari Dinkes Kulonprogo saat melakukan pengecekan kesehatan terhadap kru bus AKAP di Terminal Wates, Kulonpropgo, kemarin (13/7).
KULONRPOGO-Sejumlah pengemudi bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) terdeteksi darah tinggi dan terpaksa harus beristirahat leih lama sebelum melanjutkan perjalaan. Tensi darah mereka diketahui tinggi saat diperiksa kesehatannya di Terminal Wates, Kulonprogo, kemarin (13/7).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo melakukan pemeriksaan dengan menyasar kru bus AKAP yang tengah melakukan perjalanan dalam masa arus balik Lebaran. Posisi pengemudi atau sopir utama dan cadangan mendapatkan perhatian lebih dari petugas.

“Selain memberikan layanan konsultasi, kami juga melakukan pengukuran terhadap kondisi tekanan darah dan kadar alkohol, serta tes narkoba melalui pemeriksaan urine,” kata Kepala Seksi Pengamatan Penyakit dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo Sugiarto.

Menurut Sugiarto, pemeriksaan kesehatan bertujuan memberikan jaminan keamanan dan kenyaman kepada para penumpang. Setiap kru, terutama supir, perlu dipastikan dalam kondisi sehat saat membawa penumpang menuju daerah tujuan masing-masing dengan selamat.

Jika kondisi tubuhnya diketahui kurang sehat, lebih baik istirahat dibanding mengonsumsi suplemen atau obat penambah energi. “Sementara ada dua orang yang perlu istirahat dulu. Tekanan darahnya tinggi karena mungkin kelelahan. Terkait hasil tes narkoba, ini masih negatif semua,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan pemeriksaan kesehatan kru bus memang rutin dilakukan selama masa arus mudik. Dan kali ini memang dilaksanakan saat arus balik, dengan pertimbangan kondisi kesehatan mereka bisa jadi sudah mulai menurun. Sehingga juga perlu diperhatikan. “Tidak masalah jika kru bersangkutan sudah sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di daerah lain. Mereka tetap diminta menjalani serangkaian tes karena kondisi kesehatan seseorang bisa berubah setiap hari,” ujarnya.

Kali ini tim kesehatan menargetkan dapat memeriksa kru bus hingga setidaknya 50 orang pada kesempatan itu. Namun, petugas tidak akan menolak jika ada sopir yang ingin berpartisipasi meski target telah tercapai. “Itu justru bagus karena menunjukkan jika mereka sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan,” imbuhnya.

Salah satu sopir bus Sandi Nur Sulistyo mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan di Terminal Wates itu cukup baik. Ia sendiri mengaku lega karena lolos semua pemeriksaan. “Hasilnya semua bagus. Tes narkobanya juga negatif,” ungkapnya. (tom/din/ong)