HARNUM KURNIAWATI/RADAR JOGJA
PESAN KHUSUS: Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina memberikan sambutan saat workshop penyusunan standar kompetensi manajerial 2016.
MAGELANG – Pemkot Magelang terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi para pejabat. Itu termasuk mereka yang berada di eselon II. Terkait dengan itu, sebanyak 25 pejabat kepala dinas atau badan di lingkungan Pemkot Magelang mengikuti workshop penyusunan standar kompetensi manajerial 2016. Workshop digelar dua hari di Kompleks Aula Adipura Kencana.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Pengembangan ASN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Ahmad Jalil. Dia menyampaikan pentingnya kepemimpinan inovatif dan visioner dalam rangka menjawab tantangan global. Dengan kepemimpinan inovatif suatu organisasi atau pemerintahan akan terkondisi terus maju. Bahkan mampu melakukan lompatan jauh. “Sehingga kita dapat diperhitungkan oleh dunia luar,”katanya.

Jalil berharap melalui kegiatan ini para kepala SKPD di Kota Magelang kian mumpuni. Mereka diharapkan akan mempunyai jiwa leadership yang dapat mengimbangi dan membantu kepala daerah. “Juga tak kalah penting kompetensi manajerial pejabat agar bisa mengelola tugas dengan baik,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menilai peningkatan kualitas SDM aparatur terus menjadi perhatian. Untuk penajaman maupun memfokuskan pada kompetensi tugas masing- masing agar visi reformasi birokrasi yaitu mewujudkan pemerintahan kelas dunia bisa terwujud.

“Caranya dengan pemerintahan yang profesional dan berintegritas tinggi serta manajemen yang demokratis,” paparnya.

Windarti menyebutkan, hasil kegiatan workshop itu harus ditindaklanjuti. Terutama dalam pelaksanaannya mampu mengharmoniskan diskusi maupun informasi antar pejabat di lingkungan Pemkot Magelang.

Salah satu hasilnya adalah peningkatakan pelayanan kepada masyarakat dan tumbuhnya pemerintahan profesional, responsif sesuai dengan visi misi Kota Magelang. “Workshop ini sangat erat kaitanya dengan kota jasa yang modern dan cerdas. Serta dilandasi masyarakat yang sejahtera dan religius,” jelasnya.

Lewat workshop ini, Windarti juga berharap dapat melahirkan tim penyusun standar kompetensi manajerial. Mereka inilah nantinya yang akan melakukan analisis terhadap kompetensi manajerial jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Magelang. “Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti dan memanfaatkan workshop ini dengan sebaik-baiknya. Karena nantinya akan menjadi pelopor dan penggerak dalam penyusunan standar kompetensi di masing-masing instansi,” tuturnya. (nia/din/ong)