Wakil Ketua Umum II KONI DIJ Mansur

JOGJA – KONI DIJ masih menunggu delapan cabang olahraga (cabor) untuk segera melakukan pembayaran kontribusi atlet dan official menjelang Pekan Olaharaga Nasional (PON) 2016. Sebab, hingga tenggat waktu terakhir pembayaran yakni 9 Juli lalu, tercatat ada delapan cabor yang belum menyelesaikan pembayaran.

Wakil Ketua Umum II KONI DIJ Mansur mengatakan, pihaknya masih menunggu komitmen cabor untuk mengikuti PON 2016 dengan memberikan toleransi pembayaran hingga 25 Juli mendatang.

“Kami tunggu sampai tanggal itu, kalau tidak maka kami akan minta kepastian kesanggupan mereka dan tidak bisa mundur lagi,” ujarnya, kemarin (14/7).

Dari data yang ada, delapan cabor tersebut yakni dayung, hoki indoor, hoki outdoor, terjun payung, softball, baseball, selam, dan tenis meja. Untuk cabor tenis meja sendiri sudah memutuskan mengundurkan diri. Sedangkan cabor softball dan baseball memutuskan untuk tidak berpartisipasi karena terkendala dana. Namun surat resmi belum diterima KONI DIJ.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Anggaran KONI DIJ Solikhin mengatakan, baik KONI Pusat maupun PB PON sendiri belum melakukan penagihan pembayaran kontribusi atlet. Itu mengingat proses verifikasi entry by name hingga saat ini belum selesai.

“Saat ini biaya yang telah disetorkan ada di KONI DIJ dan akan segera kami bayarkan begitu mendapat hasil verifikasi dari PB PON,” ujarnya.

Proses verifikasi entry by name sendiri diperkirakan akan selesai pada 19 atau 20 Juli 2016. Menurut anggota Binpres KONI DIJ Andi Hirawan, hingga kemarin berkas administrasi atlet DIJ belum ada kendala atau belum ada pengembalian data. Menurutnya, pencoretan masih dengan dua filter, yakni data entry by name dan pembayaran.

“Jika belum melakukan pembayaran hingga jadwal akhir maka akan dicoret oleh sistem dan atlet tersebut otomatis tidak bisa ikut PON,” ujarnya. (dya/ila/ong)