MAGELANG- Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sekolah negeri maupun swasta dilarang melakukan perploncoan dalam masa orientasi siswa (MOS). Kebijakan itu berlaku saat hari pertama siswa baru yang dimulai Senin (18/7) mendatang.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Magelang Agus Sujito mengatakan, kebijakan itu mengacu pada Permendikbud No 18/2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). PLS adalah sebagai acuan bagi sekolah- sekolah agar tidak ditemukan MOS dengan indikasi perploncoan. “Kami sudah memberikan surat edaran kepada para kepala sekolah agar menaati aturan dari Permendikbud tersebut,” katanya kemarin (14/7).

Untuk meminimalisasi perponcloan yang selalu ada kepada siswa baru, para siswa baru akan diantarkan orangtuanya. Hal ini dilakukan agar terjadi interaksi yang baik antara siswa, orangtua serta lingkungan sekolah. “Agar nanti orangtua juga tahu bahwa sekolah sudah melaksanakan PLS dengan benar,” jelasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat jika mengetahui adanya praktik perploncoan di sekolah dalam PLS untuk melaporkanya ke Disdik. Pihaknya tidak segan- segan memberikan sanksi berat kepada pihak sekolah.

“Semoga tidak ada sekolah yang melanggar,” tegasnya.

Kepala SMAN 4 Kota Magelang Sri Sugiyarningsih mengatakan, sebanyak 273 siswa baru akan mendapatkan PLS di hari pertama masuk sekolah. “Sebenarnya dari dulu saya menjabat di sini orientasi yang menjurus ke perploncoan seperti sudah tidak ada,” jelasnya.

Saat PLS berlangsung pihaknya beserta guru yang akan memberikan materi. Siswa hanya akan mendapingi. Adapun materi PLS meliputi pengenalan visi, misi, program dan belajar peserta didik, tata tertib sekolah. “Semua materi PLS ada dalam modul yang diberikan Disdik,” jelasnya. (nia/din/ong)