SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
BANYAK PESANAN: Sejumlah penjahit mengerjakan pesanan seragam sekolah. Tiga hari lagi, anak-anak akan masuk sekolah.
MENDEKATI masa masuk sekolah, sejumlah penjahit mulai mengebut penyelesaian order baju seragam sekolah. Sebab, tiga hari lagi pelajar SD, SMP, dan SMA sudah mulai masuk sekolah. Bahkan Sabtu (16/7) besok, siswa di Kota Jogja sudah mulai mengikuti kegiatan prasekolah.

Tak ayal, aktvitas di sejumlah tempat jahitan tampak begitu sibuk. Seperti yang terlihat di tempat jahit milik Anjar Sulistiyaningsih, 40, di kawasan Jalan Solo Km 13, Dusun Kringinan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Dia mengatakan, saat ini ada sebanyak 100 lebih baju dan celana seragam sekolah yang harus diselesaikannya dalam waktu tiga hari ke depan. Sementara, proses menjahitnya masih dilakukan secara manual dengan tenaga kerja sepuluh orang, sehingga dia kini terpaksa menolak sejumlah order lainnya.

“Kami memprioritaskan untuk menyelesaikan baju seragam sekolah, karena ordernya sudah masuk sejak seminggu sebelum lebaran,” ujarnya.

Menurut Anjar, saat ini banyak orangtua lebih senang menjahitkan baju seragam anak-anaknya ketimbang membeli baju seragam yang banyak dijual di pasaran. Selain lebih pas di badan, menjahitkan baju juga dirasa lebih awet dan memuaskan. Sementara, bagi Anjar, banyaknya order itu menjadi rezeki tahunan yang selalu berulang pada setiap bulan Juli-Agustus.

Namun, banyaknya order tidak semua bisa diterima karena keterbatasan kemampuan dalam pengerjaannya. “Maklum, kami memang bukan konveksi sehingga semua proses masih dilakukan satu per satu tanpa mesin,” tutur Anjar.

Dengan proses manual itu, Anjar mengaku, terpaksa menyiasatinya dengan mendahulukan baju seragam yang sifatnya wajib. Dijelaskan Anjar, setiap satu order baju seragam itu terdiri dari lima macam baju. Dari lima macam baju itu, Anjar mendahulukan baju yang wajib dikenakan pada hari-hari pertama masuk sekolah. Dengan demikian, semua kebutuhan konsumennya bisa terpenuhi.

Selain di bulan Juli dan Agustus, Anjar mengaku, bisnis jahit baju juga ramai pada Mei dan September. Pada bulan-bulan itu, biasanya ada pesanan jahit baju seragam beberapa sekolah lain seperti sekolah pramugari, taman kanak-kanak, dan kelompok ibu-ibu dari kampung sekitar. Tak ada kendala berarti yang dialami Anjar, karena meski harga benang jahit setiap tahun mengalami kenaikan harga, namun masih terhitung wajar. (sky/ila/ong)