SLEMAN – Jumlah pemohon administrasi kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman meningkat tajam. Kepala Disdukcapil Sleman Supardi mengungkapkan, usai Lebaran permohonan administrasi kependudukan naik 100 persen lebih perharinya.

“Biasanya hanya 200 pemohon. Saat ini bisa mencapai 500 pengajuan per hari,” jelasnya kemarin (14/7).

Permohonan tersebut meliputi, pembuatan kartu keluarga, rekam data, akta kelahiran, dan pembuatan e-KTP. Menurut Supardi, lonjakan pemohon administrasi kependudukan selalu terjadi setiap tahun. Itu karena saat libur Lebaran warga enggan mengurus surat.

Mereka pilih menunda saat hari efektif kerja. “Tapi semua sudah kami antisipasi. Tak ada kekurangan blangko, kertas, maupun tinta. Petugas juga kami siapkan,” klaimnya.

Sementara terkait tahun ajaran baru, Disdukcapil belum melihat adanya peningkatan jumlah pelajar atau mahasiswa luar daerah yang mengajukan surat keterangan tinggal sementara (SKTS).

Kepala Seksi Administrasi Kependudukan Endang Mulatsih menyebut, setiap bulan rata-rata hanya ada 200 pemohon SKTS. Itupun jika diakumulasi rata-rata selalu menurun setiap tahunnya.

Pada 2014 terdapat 3.526 permohonan. Setahun kemudian turun drastic menjadi 2.623 pemohon SKTS. Kendati demikian, Endang mengakui bahwa jumlah tersebut bukanlah angka pasti. Dia menengarai masih banyak pendatang yang tak mendaftarkan diri sebagai warga sementara.

“Memang masih banyak kendala untuk mendata penduduk sementara. Karena sebagian besar adalah mahasiswa dengan tingakt mobilitas tinggi,” papar Endang
Dari pengamatannya, tak sedikit mahasiswa yang berpindah-pindah tempat kos. Hal itulah yang menyulitkan pendataan.

Guna meminimalisasi kendala tersebut pihaknya berusaha menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi. Untuk pendataan mahasiswa luar Sleman. Hanya, sampai sekarang baru mahasiswa UGM yang terdeteksi. Menurutnya, selama tiga tahun terakhir jumlah mahasiswa luar Sleman di UGM sebanyak 60 ribu orang.(bhn/yog/ong)