JOGJA – Pemkot Jogja menempuh berbagai cara demi memudahkan pedagang pasar mendapatkan kredit dengan bunga lunak. Salah satunya, menggandeng bank swasta untuk penguatan modal pedagang. Nantinya, para pedagang dapat mengajukan pinjaman tanpa agunan ke BNI KCU Kota Jogja.

“Tujuan utama dari kerja sama ini untuk menyejahterakan pedagang pasar,” ujar Kepala Bagian Perekonomian, Pengembangan Pendapatan Asli Daerah, dan Kerja Sama, Setkot Jogja Danang Soebagjono usai penandatanganan dokumen kerja sama di balai kota kemarin (14/7).

Pedagang pasar dipilih karena mereka dianggap tak memiliki agunan untuk kredit bank. Melalui kerjasama tersebut, para pedagang dijamin oleh pemerintah jika mengajukan kredit ke bank yang ditunjuk.

Danang menegaskan, hanya pedagang yang berjualan di pasar-pasar Kota Jogja berhak mengajukan kredit. Itupun harus dibuktikan dengan kepemilikan kartu bukti pedagang (KBP) yang dikeluarkan Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Jogja.

Wali Kota Haryadi Suyuti mengaku, kerjasama dengan pihak perbankan menjadi angin segar bagi pedagang pasar. Mereka yang selama ini kesulitan modal kulakan barang menjadi lebih mudah untuk memutar dagangan. Yang lebih penting, menjauhkan para pedagang dari jerat lintah darat yang lambat laun justru membunuh usaha mereka.

“Bunga bank plecit itu tinggi sekali. Saya berharap kerjasama ini tidak hanya menjadi macan kertas, tapi bisa jadi kertas macan. Seperti arahan gubernur,” katanya.

Pemimpin Wilayah BNI KCU Kota Jogja Arif Swasono menjelaskan, kerjasama kali ini bukanlah yang pertama kali dijalin dengan Pemkot Jogja. “Ini adalah lanjutan dari kerja sama yang terjalin sejak 2011. Terutama untuk membantu pengembangan sumber daya manusia,” ungkapnya.(eri/yog/ong)