DINAS KESEHATAN (Dinkes) Sleman memastikan tidak ada peredaran vaksin palsu di wilayahnya. Hal ini merujuk pada laporan 28 rumah sakit (RS) di Sleman yang mengambil vaksin dari distributor resmi.

Kepala Dinkes Sleman Mafilindati Nuraini menyatakan, selain mendapatkan vaksin dari dinkes, RS yang ada di Sleman membeli vaksin dari distributor resmi dan bukan yang terindikasi memperjualbelikan vaksin palsu. Pihaknya telah mengumpulkan pengelola rumah sakit untuk melakukan pengecekan terhadap vaksin yang didapat ketika marak pemberitaan vaksin palsu.

“Sebelum lebaran sudah saya kumpulkan. Kami melacak melalui faktur pembelian dan tidak ada yang dibeli dari distributor yang dinyatakan menjual vaksin palsu oleh pemerintah,” jelas Mafilindati kepada Radar Jogja ditemui di kantornya, kemarin (15/7).

Dia menyebut, vaksin-vaksin resmi yang diedarkan pemerintah diproduksi oleh Biofarma. Rumah sakit yang ada di Sleman rata-rata mengambil vaksin dari PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) dan PT Anugerah Argon Medica (AAM). Saat ini di Sleman terdapat 30 klinik pratama dan 261 bidang praktek mandiri (BPM). “Kalau BPM mengambil vaksin dari Puskesmas dan pencatatannya sangat ketat,” jelasnya.

Dia menegaskan, sejauh ini belum ada laporan ataupun aduan dari masyarakat mengenai keberadaan vaksin palsu baik di klinik maupun BPM.

Perempuan berhijab yang akrab disapa Linda ini mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi keberadaan vaksin palsu di Sleman. Sebab, bukan tidak mungkin, distributor memanfaatkan celah melalui klinik maupun BPM.

Menurut Linda, pemalsu banyak memanfaatkan vaksin impor yang tergolong cukup mahal harganya. Seperti vaksin impor pediacel. Dengan harga Rp 450 ribu, vaksin ini sangat rentan dipalsukan. Sebab secara produk memiliki nilai jual dibanding dengan produk lokal yang bisa didapatkan secara cuma-cuma.

Sementara itu, Kasi Pencegahan Penyakit Dinkes Sleman Wisnu Murti menjelaskan, tiap Puskesmas sudah melakukan monitoring secara ketat terhadap penggunaan vaksin oleh BPM. “Berapa jumlah yang digunakan dengan bayi yang diimunisasi harus jelas. Sehingga bila ada pengambilan vaksin dari luar akan tercatat,” jelasnya.

Adapun distribusi vaksin di Sleman dalam catatan Dinkes setiap bulan mencapai 4.400 vaksin BCG, 3200 vaksin campak, 5700 DPT hB dan hiB (hepatitis B), 1490 HB uniject, 1500 vaksin TT untuk ibu hamil, dan 5000 vaksin IPT (polio injeksi). (bhn/ila/ong)