SLEMAN – Peringatan HUT ke-36 PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC BPRB) kemarin (15/7) dikemas cukup sederhana. Hanya dirayakan dengan pengibaran bendera merah putih dan pelepasan 36 merpati di halaman kantor pusat pengelola world heritage itu di Bokoharjo, Prambanan.

Direktur Utama PT TWC BPRB Edy Setijono menuturkan, HUT ke-36 menjadi tonggak bagi lembaganya untuk terus meningkatkan pelayanan bagi wisatawan, sekaligus member manfaat bagi masyarakat. Untuk kepentingan itu, badan usaha milik negara (BUMN) itu menambah dan membenahi beberapa fasilitas, sekaligus merevitalisasi objek-objek pendukung candi. Sejumlah aset baru yang dibangun di pelataran candi, diantaranya, Warung Kopi Borobudur dan OVOB (one Village one BUMN). “Tak kalah pentingnya, kompetensi karyawan terus kami tingkatkan. Baik melalui diklat, beasiswa, maupun kursus,” jelasnya kemarin.

Edy menyadari, candi tak lagi menjadi satu-satunya daya tarik wisatawan. Karena itu, sejumlah sarana pendukung dihadirkan. Misalnya, museum dan perpustakaan. Serta pemutaran film di ruang audio visual.

Tak lupa, PT TWC BPRB juga berupaya mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar melalui pembinaan industri rumah tangga. Para pedagang suvenir yang notabene warga sekitar candi dilibatkan sebagai pelengkap destinasi wisata. Edy menegaskan bahwa didirikannya BUMN bidang pariwisata tersebut merupakan bagian usaha pemerintah melestarikan warisan leluhur yang adiluhung. Sekaligus membawa misi pengelolaan taman dan cagar budaya, serta turut menyejahterakan masyarakat.(bhn/yog/ong)