BANTUL – Pupus sudah harapan warga Dusun Ngepet, Srigading, Sanden mendapatkan pasokan air bersih dari Pemkab Bantul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menolak permohonan warga kesulitan memperoleh air bersih karena sumur tercemar air laut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Anton Vektori menegaskan bahwa instansinya tak akan melakukan droping air bersih ke Sanden. Alasannya, masih banyak sumur warga yang airnya jernih dan layak dikonsumsi di kawasan tersebut. “Di sebelah utara lokasi (yang tercemar) masih ada sumur yang bersih,” klaimnya kemarin (15/7).

Sikap itu ditunjukkan berdasarkan hasil survey dan kajian internal oleh BPBD. Menurut Anton, sumur yang tercemar air laut hanya yang berada di dekat pantai. Itupun, jumlahnya tak mencapai puluhan unit, seperti laporan warga setempat. Bahkan, sebagian besar sumur yang berada dalam radius 100 meter dari bibir pantai airnya relatif bersih. Karena itu, warga yang kesulitan memperoleh air bersih diimbau menumpang sementara di sumur tetangga.

“Fenomena ini, kan rutin tahunan,” tegasnya.

Agar tak terjadi kesimpangsiuran informasi, BPBD berkoordinasi dengan Kelurahan Srigading. Untuk memastikan tidak adanya rencana droping air bersih dari pemkab. Kelurahan diharapkan meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat.

Setidaknya, sikap Suparmi, 48, warga Dusun Ngepet, patut ditiru. Ibu tiga anak itu menyadari bahwa sumur berasa asin merupakan salah satu konsekuensi yang harus dihadapi warga pesisir selatan hampir setiap tahun. Karena itu, sejak tiga tahun lalu Suparmi memindah toko, yang juga menjadi tempat tinggalnya bersama keluarga menjauhi bibir pantai.

“Dulu hanya 50 meteran. Sekarang sekitar seratusan meter,” ungkapnya.

Ide Suparmi tak salah langkah. Kini, dia tak pernah lagi merasakan kekurangan air bersih. Sumur di belakang rumahnya bebas dari cemaran air laut. “Supaya (sumur) tak tercemar, ya, geser ke utara sedikit,” sarannya untuk warga lain. (zam/yog/ong)