GUNUNGKIDUL – Libur Lebaran tahun ini seolah menjadi prestasi bagi tim SAR Perlindungan Masyarakat Wilayah II Gunungkidul. Bagimana tidak, kali ini SAR tak tak dibuat sibuk menyelamatkan korban kecelakaan (laka) laut.

Berbeda dengan situasi tahun lalu. Kala itu, tercatat terjadi 11 kasus laka laut dan 577 korban sengatan impes, semacam ubur-ubur laut berukuran sangat kecil dan berwarna biru. Bahkan, kasus setahun lalu menimbulkan korban meninggal dunia. “Lebaran kali ini cukup menggembirakan, hanya ada tiga kasus tanpa korban jiwa. Tak satupun wisatawan tersengat impes,” ujar Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono kemarin (16/7).

Dari tiga kasus itupun terbilang lain daripada biasanya. Marjono menyebut, seorang korban terluka karena tertimpa buah kelapa di Pantai Baron. Kasus lain, seorang wisatawan terpeleset dan terjatuh mengenai karang di Pantai Drini. Satu lagi, di Pantai Ngrenehan, Kanigoro, Saptosari. Sebuah kapal nelayan terbalik. “Tak ada serangan impes mungkin karena faktor intensitas hujan yang cukup tinggi,” ucapnya.

Menurut Marjono, selama hujan biota laut serumpun dengan ubur-ubur tak mau muncul ke permukaan pantai.Sekretaris SAR Surisdiyanto menambahkan, meski jumlah kasus menurun bukan berarti semangat regu penyelamat surut.

Sebaliknya, etos kerja tim SAR justru tinggi. “Kami tetap waspada agar wisatawan terhindar dari musibah,” ujarnya.(gun/yog/ong)