PURWOREJO-Beberapa rumah sakit di Jawa Tengah diduga menggunakan vaksin palsu untuk melakukan imunisasi kepada anak. DPRD Jawa Tengah meminta rumah-rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu untuk mengulang kembali imunisasi yang dilakukan dan membebaskan dari biaya yang muncul.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi saat menggelar halal bi halal dengan anggota masyarakat Purworejo di kediamannya di Jalan Kepatihan Purworejo, kemarin (17/7). Tindakan memberikan vaksin palsu, menurut Budi Rukma adalah kejahatan yang luar biasa.

“Kami telah meminta Dinkes (Jawa Tengah,red) dan BP POM untuk menyelidiki dan mengusut tuntas adanya vaksin palsu yang marak belakangan ini,” kata Rukma.

Dirinya sangat prihatin dengan adanya kasus tersebut, karena telah menjadikan anak atau bayi sebagai komoditas barang dagangan. Disampaikannya jika kejadian itu sangat mengganggu nuraninya dan tidak perusahaan produsen vaksin palsu tidak memiliki etika usaha.

“Kita belum tahu apakah rumah sakit-rumah sakit yang terindikasi menggunakan vaksin palsu itu dengan sengaja atau mereka tidak tahu,” imbuhnya.

Pihaknya telah meminta bantuan dokter-dokter spesialis untuk mengecek efek yang terjadi bagi pengguna vaksin. Dan diperoleh keterangan jika tidak ada dampak secara khusus terhadap anak yang telah diberikan vaksin palsu tersebut.

“Bukan berarti dengan statemen ini menjadikan masalah selesai. Ini adalah kejahatan moral yang harus ditindaklanjuti dengan serius,” tegasnya.

DPRD Jawa Tengah telah mendorong pihak kepolisian, utamanya Polda Jawa Tengah untuk melakukan pengusutan mendalam dan menindaktegas pengedar vaksin palsu yang ada. (udi/ong)