NON STOP – Musim kemarau basah, petani di Putat, Patuk kembali mengolah lahan pertanian padi kemarin (17/7)
GUNUNGKIDUL – Petani di Gunungkidul tak mau lagi mengalami masa paceklik. Pergantian musim tanam saat kemarau basah kali ini digenjot dengan benih padi. Petani mempercepat masa tanam untuk mencegah gagal panen akibat serangan hama.

Sugiyanto, petani di Putat, Patuk, mengatakan bahwa lahan pertanian tetap bisa digarap optimal meski mengandalkan hujan yang mulai jarang mengguyur saat kemarau.

“Memang tak semua (lahan) digarap. Saat ini kebutuhan air masih cukup,”katanya kemarin (17/7).

Tidak takut gagal panen? Kata Sugianto, itu sudah diprediksi. Karena itu pihaknya sengaja tidak menggarap semua lahan pertanian. Dia hanya memilih areal pertanian berdekatan dengan sumber air. “Jadi, kalau sewaktu-waktu tidak ada hujan masih ada harapan hidup,” ujarnya.

Menurutnya, tahun ini pihaknya bisa tanam padi hingga tiga kali. Dibanding tahun lalu, produktifitas jauh lebih baik. Tahun sebelumnya ada serangan hama wereng, sehingga hasil panen menurun.

“Untuk penanggulangan hama, di tempat kami ada kelompok tani. Sewaktu waktu jika butuh obat tidak kesulitan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Gunungkidul, Azman Latif, mengingatkan agar petani waspada terhadap anomali iklim. Meski intensitas hujan naik, resiko hama penyakit tanaman juga ada karena cuaca lembab.

“Karena itu kami siapkan pestisida. personel petugas organisme pengganggu tanaman juga digerakkan untuk membantu mengatasi masalah hama penyakit tanaman pada petani,” kata Azman Latief.

Dia menjelaskan, hingga sekarang fenomena kemarau basah tidak merata. Karena itu, sebagian besar petani lebih memilih menanam palawija ketimbang padi. Petani kebanyakan tidak mau menanggung rugi jika nanti ketersediaan air menipis.

“Selain pestisida, pemerintah juga ada dana sebesar Rp 2,8 miliar untuk petani komoditas palawija seperti cabai dan bawang merah. Anggaran dari tugas pembantuan (TP) Kementerian Pertanian tersebut ditujukan untuk bantuan benih kepada petani saat kemarau. (gun/ong)