Setiaky/Radar Jogja

Datang Antre Salaman dengan Mempelai, Pulang Antre Beli Belut

Ada yang unik pada prosesi perayaan pernikahan pelawak muda Fuady, 29 dan Kartika Sari, 26. Bila biasanya perayaan pernikahan dilakukan di gedung atau alam terbuka yang eksotis, mempelai ini justru lebih memilih menikah di pusat kuliner.

BAHANA, Sleman
Pusat Kuliner Belut Godean kemarin (17/7) terlihat sesak oleh pengunjung. Mereka yang datang bukanlah pembeli yang akan bertransaksi kuliner belut. Mereka ini tamu undangan yang hadir pada prosesi pernikahan anggota sanggar Plat AB.

Banyak keunikan prosesi pernikahan Fuady dan Kartika. Selain tempat, keunikan jalannya pernikahan bisa dilihat dari kuliner yang disajikan. Makanan rakyat yang banyak ditemui di pasar-pasar, tersaji di pendopo sisi utara.

Menu-menu seperti pecel pincuk, geblek, angkringan, sate, gudeg, baso, soto dan wedang ronde, dihidangkan untuk para tamu. Maka tak heran, pendopo di sisi ini penuh sesak oleh para undangan yang akan menikati hidangan.

Meski lagi punya hajat, bukan berarti para pedagang Pasar Belut Godean ini tutup. Justru para pedagang tetap bisa menjajakan dagangannya. Keberadaan pengunjung inilah yang diharapkan bisa menjadi berkah tersendiri bagi pedagang belut.

“Setelah dari prosesi pernikahan, bisa jadi para tamu belanja oleh-oleh kuliner belut,” ujar komedian yang juga presenter ini.

Meski terbilang sederhana, jalannya prosesi pernikahan cukup meriah. Para tamu, termasuk pasangan komedian Kelik Pelipur Lara dan penyanyi campursari Endah Saraswati, yang datang dengan wajah semringah menikmati kuliner. Mereka pun bisa berfoto bersama di boot yang telah disediakan.

Sementara di pendopo sisi selatan, berdiri pelaminan tempat kedua mempelai. Para tamu rela antre untuk bisa bersalaman dengan pengantin. Kedua mempelai pun nampak menggunakan lurik hijau, sesuatu yang tidak biasa dalam prosesi pernikahan.

Fuady menjelaskan, penyelenggaraan pernihakan di Pusat Kuliner Belut Godean sebagai upaya megangkat kembali wisata kuliner Godean yang mulai surut. Setelah para pedagang direlokasi dari tempat sebelumnya di pinggir-pinggir sepanjang jalan Pasar Godean, jumlah pengunjungnya semakin surut.

“Saya ingin mengenalkan kepada tamu yang datang bahwa Pasar Kuliner Godean masih eksis,” jelasnya. Di awal, dia menginginkan ditampilkannya pedagang UMKM kuliner di sepanjang jalan masuk ke area pernikahan. Namun hal itu urung terwujud karena mepetnya persiapan.

Pelawak yang cukup tenar dengan nama YTH Fuad Apa Susah ini mengaku, sebenarnya ingin menyelenggarakan prosesi penikahan di Pasar Godean. Namun keberadaan di dalam pasar sangat sulit untuk diselenggarakan resepsi pernikahan.

“Di dalam Pasar Godean ternyata tidak ada tempat untuk prosesinya. Juga nanti susah membedkan mana pedagang mana hidangan untuk tamu,” jelasnya seraya tertawa. (laz/ong)