GUNUNGKIDUL – Kursi jabatan sekretaris daerah Pemkab Gunungkidul lowong cukup lama. Namun, hingga kemarin (17/7) belum satupun pejabat antusias mengisi lowongan itu. Demikian pula Plt Sekda Supartono. Meski memiliki peluang cukup besar mengisi kursi yang ditinggalkan Budi Martono itu, Supartono mengaku tak ingin ngayuworo.
Pejabat eselon 2 itu mengaku tak silau dengan jabatan tertinggi aparatur negara di tingkat kabupaten/kota itu. Baginya, jabatan merupakan amanah. Bukan sesuatu yang layak diperebutkan. Amanah itulah yang menjadi tolok ukur bagi Supartono dalam melangkah. Berhati-hati mengemban tugas sebagai abdi negara, sekaligus pelayan masyarakat.

Menurut Supartono, setiap prestasi yang diraih Pemkab Gunungkidul merupakan kerja keras bersama seluruh jajaran. “Misalnya, predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan atas laporan keuangan 2015,” jelasnya.

Meskipun jabatan yang diembannya saat ini sebagai kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, dan Aset Daerah sangat berperan dalam meraih opini WTP, Supartono menepis kiprah individualnya. Di sisa karirnya sebagai pegawai negeri sipil, Supartono hanya ingin tetap fokus dan bekerja sesuai rule-nya.

“Saya tidak mau mendaftar jabatan sekda definitif. Kalau mendaftar, kesannya, kok, seperti ingin memburu jabatan,” tuturnya saat ditanya wacana lelang jabatan sekda. Kendati demikian, Supartono mengaku siap (mendaftar) jika hal itu merupakan permintaan bupati.

Supartono menegaskan, langkah tersebut sudah dipikirkannya secara matang. Bukan semata-mata karena dia punya usaha sampingan. Dia menegaskan, saat ini hanya ingin konsentrasi membantu tugas bupati.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Gunungkidul Sigit Purwanto mengatakan, pengisian jabatan sekda definitif baru sampai tahap konsultasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN). “Belum masuk pendaftaran. Nanti ada jadwal setelah pengumuman KSN turun,” jelasnya.

Selain posisi sekda, Sigit mengatakan bahwa ada beberapa lowongan jabatan eselon 2. Diantaranya, asisten sekda dua dan staf ahli bupati.

Bupati Gunungkidul Badingah belum mau banyak komentar terkait lowongnya kursi sekda. “Rotasi jabatan, termasuk pengisian sekda definitif akan dilakukan jika sudah waktunya,” kelit Badingah.(gun/yog/ong)