ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
LICIN : Pemain depan PSS Sleman Risky Novriansyah (14) dikawal ketat para pemain Martapura FC Agus Cima (6) dalam laga ISC Seri B 2016 Grup 5 di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin (17/7).
SLEMAN-PSS Sleman sukses melakukan “kudeta” terhadap Martapura FC dari pimpinan klasemen sementara Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B 2016 Grup 5. Itu setelah Green Squad-julukan PSS Sleman menang 2-1 dalam laga di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin (17/7).

Dengan kemenangan ini, PSS Sleman menempati puncak klasemen dengan raihan 13 poin. Sedangkan Martapura FC di posisi kedua dengan 12 angka. Kedua tim sama-sama memainkan enam laga.

Tuan rumah harus menunggu hingga menit-menit akhir pertandingan untuk memastikan kemenangan. Adalah Busari yang mampu mengubah kedudukan di menit akhir pertandingan tepatnya menit 90+5.

Tuan rumah sempat unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Dicky Prayoga di menit 20. Martapura FC bisa menyamakan skor di menit 53 lewat kaki Kaharuddin. “Hari ini (kemarin, Red) kami kembali beruntung. Tetapi kali ini anak-anak berjuang dengan keras dari menit awal hingga akhir,” ujar Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro.

Seto menepati janjinya untuk menampilan permainan offensive sejak menit awal. Busari dan kawan-kawan langsung menggempur pertahanan Martapura sejak peluit kick off dibunyikan. Hanya butuh waktu tiga menit bagi Busari untuk membahayakan gawang Martapura yang dikawal Muh Juni Irawan. Tendangan dari luar kotak yang dicoba Busari berhasil dimentahkan Juni.

Di menit ke-8, giliran Dicky Prayoga yang belum beruntung. Sundulannya lemah dan berhasil ditangkap Juni. Tekanan PSS Sleman masih belum berhenti, menit ke-9, Striker PSS, Risky Novriansyah melakukan percobaan namun berhasil dimentahkan Juni.

PSS mendapatkan peluang emas pada menit ke-19. Dikcy yang mengambil sepak pojok mengirimkan bola ke tiang jauh. Rama Yoga yang berdiri bebas menyundul bola namun masih tipis di kanan gawang Martapura. Di menit 20, penetrasi yang dilakukan Dicky di sisi kanan lapangan mengharuskan Erwin Gutawa menjatuhkannya di kotak penalti. Wasit pun langsung menunjuk titik putih untuk PSS.

Para pemain Martapura melakukan protes terhadap keputusan wasit. Pertandingan sempat berhenti selama delapan menit karena pemain Martapura melakukan protes dan melakukan mogok. Setelah dibujuk Pelatih Martapura Frans Sinatra, akhirnya mereka mau melanjutkan pertandingan.

Dicky Prayoga yang menjadi eksekutor penalti berhasil menyelesaikan tugasnya. Bola yang diarahkan ke kanan gawang tak mampu dijangkau oleh Juni. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan PSS. Ketangguhan Juni di bawah mistar gawang membuat serangan PSS menjadi sia-sia. Hingga babak pertama berakhir, skor tidak berubah 1-0 untuk keunggulan PSS.

Gol penyeimbang Martapura terjadi pada menit 53. Berawal dari counter attack yang dilakukan di sisi kiri, Muhammat Slamat mengirim bola ke sisi kanan. Tulus Saptianto yang berniat menghalau bola dengan kepalanya nyaris masuk ke dalam gawang yang dikawal Agung Prasetya. Beruntung masih mengenai mistar gawang. Namun, bola rebound langsung dihajar oleh Kaharuddin Salam. Gol, Martapura mengubah skor menjadi 1-1.

Melihat Martapura yang bermain impresif di babak kedua, Seto langsung menarik Candra Luckmana dan memasukkan Dave Mustaine untuk menghidupkan lini tengah. Hasilnya sangat signifikan. Busari yang agak turun ke belakang membantu pertahanan, sedangkan Dave lebih condong ke depan mampu mengubah jalannya pertandingan.

Segala upaya sudah dilakukan Busari dkk untuk kembali unggul. Namun ketangguhan Juni sore itu memang patut dipuji. Tercatat, Juni sudah melakukan saves sebanyak 10 kali. Ketika pertandingan hampir berakhir dengan skor 1-1, Busari mampu mengubah kedudukan di menit akhir pertandingan tepatnya pada menit 90+5.

Dicky yang menyisir sisi kanan lapangan mengirimkan umpan ke depan gawang. Busari yang tidak terkawal pemain belakang Martapura dengan dingin menyundul bola dan tidak bisa dijangkau oleh Juni. PSS akhirnya bisa mengubah kedudukan di penghujung laga.

“Gol Martapura memang tidak lepas dari kesalahan lini belakang kami. Kami tidak mampu mengantisipasi serangan balik mereka. Mereka memang selalu bermain seperti itu, selalu bisa mencetak gol lewat counter attack,” ujar Seto.

Frans Sinatra mengatakan mengakui kekalahan timnya dari PSS. Namun, Frans sedikit kecewa dengan kepemimpinan wasit yang merugikan timnya terkait penalti yang diterima PSS di babak pertama. Frans menilai pemainnya tidak melakukan kesalahan saat menghadang Dicky. “Pertandingan hari ini sangat bagus. Penonton juga seru. Tapi sayangnya perangkat pertandingan kurang tegas dalam memimpin jalannya pertandingan,” ujarnya. (cr4/din/ong)