JOKO SUHENDRO/RADAR JOGJA
KEKUATAN HUKUM: Er Dabi (kiri) menandatangani berita acara pelantikan dirinya sebagai Bupati Yalimo periode 2016-2021 di hadapan Gubernur Papua Lukas Enembe.
Er Dabi, S.Sos mencatatkan sejarah sebagai bupati pertama Kabupaten Yalimo. Setelah delapan tahun silam ditunjuk sebagai Caretaker Bupati, tampuk kekuasaannya berlanjut hingga Pilbup pertama 2010-2015 dan Pilbup kedua 2016–2021. Dia akan menjadi Bupati Yalimo hingga 2021, atau selama 13 tahun. Siapa Er Dabi?
SEBELUM terjun ke dunia politik, Er Dabi bekerja di Yayasan Yapesmi milik Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) yang melayani ma-syarakat Suku Yali Kabupaten Jayawijaya. Ka-rier di yayasan ini dimulai sebagai pengasuh asrama anak sekolah asal Suku Yali di Wa-mena.

Dari situ, kemudian dipercayamenjadi Bendahara Umum sekaligus mem-berikan pelatihan klasis-klasis GJRP yang ada dibawahnya.

Dari jabatan bendahara, Er Dabi diangkat menjadi sekretaris dan akhirnya menjadi Di-rektur Yapesmi selama dua periode.

Melalui ini, Er Dabi memberikan perhatian penuh bagi pembangunan sumber daya manusia Suku Yali. Selain mengarahkan anak-anak suku Yali se-kolah di semua jurusan, dia juga melakukan pembinaan melalui kursus mengemudi, kursus mengetik dan lainnya.

Er Dabi berani merubah kebiasaan para misionaris, cara para misiona-ris itu membuat orang Yali tidak ada yang bisa kerja di bidang lain.

Seperti menjadi politisi, polisi, tentara, dokter, pilot, sehingga tidak ada orang Yali yang memegang jabatan di pemerin-tahan Kabupaten Jayawijaya.

“Orang Yali selama menjadi satu dengan Kabupaten Jayawijaya, hanya menjadi staf biasa yang ada di lapangan. Tidak ada yang bisa duduk di kantor-kantor sebagai kepala dinas atau kepala seksi. Di DPRD juga tidak ada orang Yali, dan tidak ada juga orang Yali yang menjadi pimpinan dan pengurus partai politik,” kata Er Dabi.

Menurut Er Dabi, keadaan itu terjadi karena tidak banyak orang Yali yang bersekolah dan kalau pun ada yang sekolah, semuanya diarah-kan misionaris untuk hanya sekolah menjadi pendeta, guru dan mantri.

“Pada waktu itu, para misionaris berpandangan bahwa kalau sekolah di jurusan lain akan membuat keka-cauan di masyarakat,” ungkapnya.

Akhirnya pandangan ini diubah, selama memimpin Yayasan Yakpesmi, Er Dabi meru-bah cara pandangan anak Yalimo tentang pendidikan yang sesungguhnya untuk masa depan yang lebih baik. Akhirnya pada tahun 1989 sampai 2003, dan pada 18 Juni 2003, masyarakat Suku Yali mengangkat Er Dabi sebagai Ketua Tim Sukses Pemekaran Kabu-paten Yalimo.

Tim sukses ini bekerja selama enam tahun sejak 2003 sampai 2007 dan akhir-nya pada 6 Desember 2007, Rancangan Undang-Undang Pemekaran Daerah Otonom Baru Yalimo disahkan DPR RI, dan ditandatangani Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono men-jadi UU Nomor 4 Tahun 2008 tentang Peme-karan Daerah Otonom Baru Yalimo, pada 4 Januari 2008.

Seraya mengurus pemekaran Kabupaten Yalimo di Jakarta, Er Dabi mendaftar di Kantor DPP Partai Demokrat dan menjadi Ketua DPC Partai Demokrat di Jayawijaya pada 2003.

Ha-silnya, tidak sia-sia, pada Pemilu Legislatif 2004, Partai Demokrat Jayawijaya mendapat satu kursi, dan Er Dabi menjadi Anggota DPRD Jayawijaya periode 2004 -2009. Dia terpilih dari wilayah Distrik Apalapsili, Kobakma, Abe-naho dan Kurulu. Pada Pemilu 2004 itu, ada tiga orang Yali yang terpilih menjadi anggota DPRD Jayawijaya.

Tiga orang Yali ini kemudian menjadi kekuatan di DPRD Jayawijaya untuk mempengaruhi ang-gota DPRD yang lain guna mendorong peme-karan Kabupaten Yalimo, dan akhirnya perju-angan itu terwujud pada 6 Desember 2007 dan wilayah Suku Yali disahkan menjadi Kabupaten Yalimo oleh DPR RI. Selanjutnya tahun 2009, Kabupaten Yalimo ikut Pemilu Legislatif dan memiliki DPRD sen-diri, tidak lagi bersatu dengan DPRD Jayawijaya.

Pada Pemilu itu, Partai Demokrat Yalimo dapat tiga kursi, dan Er Dabi masuk lagi menjadi Ang-gota DPRD Pertama Kabupaten Yalimo periode 2009-2014, dan dia duduk sebagai Wakil Ketua I Dewan.

Namun jabatan wakil ketua ini tidak dipegang lama, karena pada 2010, Er Dabi ma-ju dalam pencalonan bupati. Dan dalam Pe-milu, dia terpilih menjadi Bupati Yalimo per-tama periode 2010-2015. Setelah terpilih menjadi bupati, tugasnya sangat berat karena Yalimo saat itu masih hu-tan rimba dan sumberdaya manusia tidak tersedia. Lembaga-lembaga pendidikan juga tidak tersedia.

Yang ada cuma beberapa se-kolah dasar yang dibuka dan dikelola oleh Gereja Kristen Injili di Irianjaya (GK), dan Gereja Jemaat Reformasi Papua yang masuk ke wilayah Suku Yali. Sedangkan sekolah se-tingkat SMP dan SMA tidak ada, semuanya ada di Wamena.

“Jadi, saat itu kalau ada anak-anak Yali yang mau melanjutkan ke SMP dan SMA, harus ke Wamena,” kata Er Dabi.

Selain itu, orang-orang Yali yang mau diang-kat jadi kepala-kepala dinas juga tidak ada. Yang ada sedikit itu sudah kerja di Yahukimo, dan Tolikara.

Termasuk infrastruktur juga tidak tersedia. Kondisi ini membuat, Er Dabi me-mulai pembangunan segala bidang di Yalimo dari nol. Er Dabi lahir di Kampung Siali, pada 6 Maret 1967. Dia anak kedua dari empat bersaudara. Pendidikan formalnya dimulai dari SD YPK Landikma lulus 1983, dan masuk SMP YPK Wamena lulus 1986.

Dan dia melan jutkan ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Kristen YPK Wamena, tamat 1989. Er Dabi lulus sekolah khusus bahasa Inggris di Piramid tahun 2000. Setamat SPGAK, Er Dabi dipercaya menjadi pengasuh asrama anak-anak sekolah asal Suku Yali di Wamena dengan menerima honor sebesar Rp 600 ribu per bulan.

Selama bekerja di Yayasan Yakpesmi mem-buat Er Dabi kenal banyak oarng di luar ne-geri, yang kemudian memberi dukungan untuk melaksanakan banyak program pengem-bangan masyarakat untuk Suku Yali di bidang pendidikan, kesehatan,,pemberdayaan eko-nomi, dan lainnya.

Saat maju periode pertama: 2010- 2015, Er Dabi mempercayakan Lakius Peyon jadi Ketua Tim Suskes pasangan Er Dabi Arkelaus Asso, dan pasangan ini berhasil terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Yalimo pe riode pertama.

Atas keberhasilannya itu, dan sebagai rasa terima kasihnya, pada pe-riode kedua ini, Er Dabi berpasangan dengan Lakius Peyon maju dalam pencalonan Bu-pati dan Wakil Bupati Yalimo 2016- 2021. Me-reka pun terpilih, dan dilantik Jumat (15/7) kemarin.

Pembangunan Yalimo di bawah kepemim-pinan Bupati Er Dabi dan Wakil Bupati Lakius Peyon pada periode 2016 -2021 akan mengu-tamakan pembangunan segala bidang, ut-amanya infrastruktur.

“Tapi kita dua akan lebih mengutamakan pendidikan. Karena kalau sumber daya ma-nusia sudah banyak, pembangunan dengan sendirinya akan berkembang lebih cepat,” ujarnya. (joko suhendro/ong)