ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
FISIK PEMAIN: Allenatore Erwan Hendarwanto kecewa dengan ketidakdisiplinan pemain menjaga
JOGJA-Kurang displin dalam menjaga fisik saat libur turnamen dan lebaran, menjadi bumerang para punggawa PSIM saat bertandang ke PSIR Rembang, akhir pekan lalu.

Dalam lanjutan ISC Seri B 2016 Grup 4 pekan ketujuh, Pangeran Biru harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1. Fisik yang kurang prima membuat Jogan Arga dan kawan-kawan harus dua kali memu-ngut bola, setelah unggul 0-1 pada menit ke-36 dan gagal membawa poin.

“Kelihatannya saat lebaran banyak yang tidak menjaga kondisi fisik mereka,” kata Allenatore PSIM Erwan Hendarwanto disela-sela latihan di Stadion Kridosono, kemarin (18/7).

Menurut Erwan, dari pertandingan melawan Laskar Dampo Awang tersebut, menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki fisik selama sepekan kedepan.

Tentu ini jadi pekerjaan rumah yang cukup berat, mengingat turnamen sudah memasuki setengah jalan alias sudah jalan satu putaran. Mengingat membentuk stamina pada tengah kom-petisi bisa berdampak pada cedera.

“Ini PR (pekerjaan rumah) yang berat, karena tidak ada wak-tu lagi. Tapi kami harus mengembalikan fisik mereka seperti sebelum libur,” tuturnya.

Penurunan stamina sangat terlihat begitu memasuki babak kedua. Efeknya, para pemain kehilangan pola permainan, kon-sentrasi buyar. Padahal, sebelum libur baik tim pelatih maupun manajemen sudah menghimbau untuk tetap menjaga fisik, sebab libur hanya singkat dan turnamen masih terus berjalan.

“Kami akan coba fokus ke fisik dengan dikombinasi materi sentuhan bola dan latihan teknik,” jelasnya.

Kini, waktu satu minggu jelang pertandingan tandang sela-njutnya ke kandang Persibat Batang di Stadion Moh Sarengat, akan dimanfaatkan maksimal. Dampak stamina turun, pemain kehilangan pola permainan yang sebelum libur terlihat sudah sangat baik dan berkembang.

Bukan hanya secara tim, secara individu pun mereka terlihat seperti kehilangan teknik, passing tidak akurat dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Strategi yang dijalankan pun tidak berjalan optimal,” ujarnya.

Akibat kondisi fisik yang belum prima, menumbangkan be-berapa pemain karena terkena cidera. Salah satunya, Juni Riyadi yang mengalami cedera memar otot lutut.

“Cedera yang dialami Juni tidak begitu parah dan diharap bisa pulih kembali. Itu hanya faktor fisik yang belum siap sera-tus persen. Terasa njarem karena kebugarannya menurun,” tandasnya. (dya/dem/ong)